Pantai Mbuluk, Spot Foto Cantik Di Atas Tebing

by - February 09, 2020

"Mau ke pantai atau ke gunung?, tanya suami ke anak-anak waktu kita perjalanan menuju Jogja dari Jakarta.

"Pantaiiiiii,", anak-anak langsung kompak menjawab destinasi piknik favorit mereka.

Yes, selama ini memang antara gunung dan pantailah area jalan-jalan kami sekeluarga. Menyelami alam Indonesia saja tidak ada habis-habisnya. Bahkan di Jogja saja, dari sekian banyak wisata yang ada, barangkali baru 20-30%nya saja yang kami sempat singgahi.

Sampai kemudian, kami pindah ke Jakarta, otomatis ketika ada kesempatan ke Jogja, maka langsung jiwa travelling pun memanggill-manggil lagi.

Jogja, tepatnya di gunungkidul, terhampar deretan pantai di area gunungkidul yang terbilang indah dan memukau. Pasir putihnya memang jadi perhatian khusus dari para penikmat pantai, seperti saya, suami dan anak-anak.


Pencarian Pantai Yang Masih *Perawan*

Pengalaman terakhir ke pantai itu sebelum pindah ke Jakarta, kami ke pantai Drini yang juga ada di deretan pantai-pantai gunungkidul. Nyatanya, cukup kecewa sih, karena Pantai Drini ini sudah tidak seperti dulu lagi. Maaf, malah terkesan kumuh dengan banyaknya tikar dan payung di pinggir pantai. Belum lagi kondisi pasirnya yang jauh dari kata putih. Wes lethek, atau sudah terlihat kusam kotor dan tidak bersih lagi seperti dulu.

Ya maklum, namanya juga wisata di Indonesia, asal itu viral, maka langsung berbondong-bondonglah orang-orang, begitu pula sisi komersialnya. Bukan tidak menentang orang berbisnis di tempat tersebut, tapi rasa-rasanya sayang kalau pantai yang perawan nan cantik, terus jadi hilang kealamiannya karena mengejar pundi-pundi uang. Padahal, wisata pantai bisa jadi aset jangka panjang, jika kita bisa terus menjaganya.

Nah, nyambung dari paragraf awal di postingan ini, maka saya pun berpikir, kira-kira ke pantai mana ya, yang masih alami. Lalu saya menghubungi Bima, salah satu partner siaran radio waktu masih di Jogja. Bima rekomendasi Pantai Ngrawe, ia bilang, ini pantainya ada aturan khusus, tidak boleh ada pasang tikar seperti pantai gunungkidul kebanyakan, karena pantai Ngrawe ini ada di dekat resort.

Ok, akhirnya saya dan suami sepakat mengajak anak-anak kesana. Tapi ternyata, sebelum kami belok ke Pantai Ngrawe, kami menemukan pantai tersembunyi lainnya, yaitu Pantai Mbuluk. Lokasinya memang di belakang bukit, jadi butuh kejelian mata kita buat mencari jejak jalannya.


Pantai Mbuluk, Spot Instagramable Yang Ngeri-Ngeri Sedap!

Setelah sampai ke Pantai Mbuluk, kami langsung mencari tempat untuk bermain pasirnya. Jelas yaaa,  pasti ini yang anak-anak cari pertama kali. Tapi ternyata, ini memang pantai tidak terlalu lebar, dan terbilang curam kalau menuju ke bawah untuk bermain air dan pasir. Apalagi saat kami datang, air sedang pasang. Tengok kanan kiri, ternyata suami menemukan tangga dekat bukit. Arahnya menuju ke bebatuan karang di perbukitan kecil. 

Tangga terbuat dari bambu, dan memang secara safety yaaa so soooo yaaa. Berbekal Bismillah yang kuattt deh pokoknya, hehe. Naiknya pun cukup tinggi, lalu kita akan berada di jembatan yang berada di atas deburan ombak pantai.

Inilah jembatan yang ada di Pantai Mbuluk, ada pembatasan jumlah orang yang naik kesini

Sasha, anak kedua saya, sempat ragu dan takut untuk naik, tapi karena lihat kakaknya antusias, ia pun ikut penasaran naik ke jembatan. See, pemandangannya cantik banget kan dari atas sini? Itu bawahnya langsung karang-karang dan deburan ombak, lumayan ngeri-ngeri sedap sih jalan di atas sini, apalagi sambil berpose, hehe.

Terlihat kan, air laut di belakang saya sedang pasang! Bikin tambah ngeri-ngeri sedap berpose disini πŸ˜…

Sebelum naik ke jembatan, di dekat tangga naiknya ada kotak untuk memasukkan uang. Yaitu 3000 rupiah, eh saya kok lupa 3000 itu untuk per orang atau gimana ya? Waktu itu saya masukin 5000 sih, dan belum ada penjaganya, karena masih cukup pagi. Saat kami naik ke jembatan, juga masih terbilang sepi. Jadi hanya kami berempat yang ada di jembatan Pantai Mbuluk ini.

Setelah menaiki jembatan, ada juga spot foto-foto di semacam tebing kecil diatas pantai. Duh, yang ini juga bikin mules-mules posenya, hahaha

Suami foto disini dengan tenangnya, saya yang heboh 😣

Kalau cuma dari foto, kayaknya terlihat itu hanya pasir nempel ke pantai gitu ya. Padahal itu aslinya lumayan tinggggiiiiii jaraknya dari tempat foto ke laut yang dibawahnya. Pastikan pakai sepatu sneakers atau sandal gunung, supaya lebih aman saat naik ke tebing ini. Kalau pakai sendal biasa, apalagi nyeker, duh dijamin itu kerasa ketusuk-tusuk banget dengan bebatuan karangnya yang cukup tajam.

Ini miring posisi tebingnya. Ya iyalah kan tebing! wkwkwk
Jadi memang, ketika wisata ke Pantai Mbuluk ini, pastikan safety first. Meski tergoda banget tuh buat makin ke pinggir tebing biar dapet view foto yang makin cakep, tapi yaaaa makin ngeri dan bahaya buat keselamatan kita. 

Cara Menuju Pantai Mbuluk Gunungkidul

Kalau dari arah pusat kota, perjalanan ke Pantai Mbuluk ini kurang lebih hampir 2 jam, dengan catatan ini pagi hari ya berangkatnya, sebelum jam 7 pagi. Kalau sudah makin siang, jangan tanya gimana macetnya, dan bahkan teman saya ada yang sampai 4-5 jam hanya untuk sampai pantai.


Tipsnya memang pergi sepagi mungkin, dan keluar dari lokasi sebelum keramaian membludak. Ya, mana enak kan, wisata pantai tapi orangnya segambreng kayak cendol?

Nah, lalu gimana dengan Pantai Ngrawe, pantai yang teman saya rekomendasikan sebelum akhirnya menemukan Pantai Mbuluk yang menantang di atas tebing ini? Cuss nanti hadir di postingan berikutnya aja ya. Keep stay tune!




You May Also Like

49 Comments

  1. Mbak maaf Wonosari itu kecamatan, ibukota Gunungkidul, letaknya di tengah seperti pada peta yg mbak cantumkan di postingan, bukan di pinggir daerah pantai. Pantai mbuluk letaknya di kecamatan Tanjungsari bukan Wonosari. Maaf cuma meralat ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip. Noted, makasi pencerahannyaaa Des, udah diedit yaakk

      Delete
  2. wuahhh kayaknya keren nih. bisa jadi destinasi wisata pas kita main ke jogja. tapi aku berani gak ya poto2 di tebing gitu? takut ketinggian plus takut air soalnya.

    ReplyDelete
  3. Aku asli klaten yang harus hijrah ke bandung. Gunung kidul memang surganya obyek wisata alam ya mba, pantainya indah, buanyaaak lagi. Gunung dan bukit juga kalah banyak. Rasanya ga habis2 jelajahi gunung kidul.

    ReplyDelete
  4. Keren viewnya. Tp bener sih, ngeri2 sedap. Harus stay safe ya selama berwisata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes betul mbaaa, harus tetep stay safe, gak neko neko sampe ke pinggir-pinggir tebing

      Delete
  5. Wuih... berani bawa anak naik. Aku yang ngeliat aja ngeri. Buat uji adrenalin mantap juga ini. Beneran bagus pemandanagannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyess betul, anak-anak udah pada ketularan jiwa adventurer bapaknyaaa ini, hehe

      Delete
  6. Mupeng .... Pengen ke sana, lampung banyak sih destinasi pantai juga. Tapi kayaknya ini nuansanya beda. Semoga kelak dimampukan ke sana. Aamiin

    ReplyDelete
  7. pengen nih ke pantai itu. semoga bisa ya. makasih infonya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sippp mb, saya pun masih pengen kesana lagi, hehe

      Delete
  8. Whoaa, pantainya baguuuussss bangeett
    Ini menyenangkan sekali, kalo jadi destinasi wisata keluarga yaaa
    atau rame2 ke sana ama geng cewek hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ama geng cewek, jangan lupa OOTDnya kompakan, xixixii

      Delete
  9. Duh keren tp aku nyalinya ga gede apalagi banyak kejadian yg demi konten sampai gimana hehe, stay safe ya

    ReplyDelete
  10. Setuju! Pesona Yogyakarta memang nggak ada habisnya. Aku malah kepengen banget beneran eksplor Gunung Kidul. Tapi saking banyaknya destinasi wisata di sana, mungkin butuh waktu paling nggak satu minggu gitu ya, biar puas. Ealah ... Habis, habis deh jatah cuti.

    Mbak ... Aku suka banget ih sama view yang di jembatan itu. Cantik banget dilihatnya. Goyang-goyang gitu nggak sih jembatannya. Suka ngeri-ngeri sedap kalau deburan ombak di bawahnya kenceng.

    ReplyDelete
  11. Jadi pingin ke pantai Mbuluk
    Kesana ah bareng anak anak

    ReplyDelete
  12. Terus terang dengan kondisi bawa anak usia 2 tahunan dan anak²ku pd lincah banget, aku skip deh ke pantai mbuluk ini Mbak Inna.. One day kl pd gede smua mgkin ke sana hehe... Btw seru ya jembatannya Mbak....happening banget buat uji jiwa petualang tuh

    ReplyDelete
  13. Uuhh Yogya tuh ya emang gada matinya. Jembatannya cantik ya viewnya, pantainya sepi atau karena masih pagi jadi sepi mbak ? Mendadak ingin mantai nih

    ReplyDelete
  14. Pantainya masih alami ya..dan noted, ke sini mesti pagi sebelum yang lain datang hihihi
    Seger bener lihat pemandangan dan birunya lautan. Dan itu tangga ngeri memang ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pantai masih perawan begini penginnya jangan banyak orang yang tahu biar nanti ga ditambah ini itu yang kadang malah bikin jelek. Dan jadi penuh orang kwkwk
      Jadi pengin ke pantai euy

      Delete
  15. Wah, masih baru banget pantai ini dijadikan tempat wisata ya mba.Tapi aksesibilitasnya masih belum kids friendly ya. Semoga ke depannya semakin berkembang. Ngomong-ngomong, Mbluk itu artinya apa mba? Jadi pengen tahu saya. Hehehe

    ReplyDelete
  16. Masya Allah indah banget pantainya, kalau naik tebing tinggi enggak Mbk? Aku suka banget ke Pantai, keluarga juga selalu hebhoh kalau mau ke pantai, mantap banget deh.

    ReplyDelete
  17. Pantai di GUnung Kidul itu emang eksotis banget ya Mba
    aku kemarin dari Drini, ga sempat lagi eksplore yang lain hiks
    moga kapan2 bisa ke mari.

    ReplyDelete
  18. Harus ekstra hati-hati ya melangkah di jembatannya itu, apalagi kalau pas rame pengunjung.
    Pantainya bersih, pemandangannya juga bagus. Semoga kelestariannya tetap terjaga

    ReplyDelete
  19. Waah... Seru dan sereem kwkwk.. Ngeri banget kalau sy diajakin ke situ tapi sukaa pemandangannya. Biasanya yang lebih berani si Mas.. Kalau sy mending cari yang aman aja daripada jantungan. Hihi

    ReplyDelete
  20. Okey next time kalau ke Jogja lagi aku bakal mampir ke Pantai Mbuluk ini, terima kasih infonya ya mbak :)

    ReplyDelete
  21. Asyik juga ya ke Pantai yang banyak tebingnya kayak gini. Banyak spot menarik buat foto2 bukan hanya dengan latar lautnya. Hehe jembatannya itu bikin ngeri2 sadap ya apalagi kalau liat ke bawah hehe tapi beneran pantai Mbuluk ini unik deh keliatannya.

    ReplyDelete
  22. Boleh juga tempat recommended buat wisata pas ke Jogja, sekalian uji nyali..thanks informasinya mba😁

    ReplyDelete
  23. Pemandangannya cakep sekali mbak. Masya Allah.. Tapi nggg anuuu..ngeri juga sih sebenarnya, takut tiba-tiba ada ombak besar terus kitanya ada di situ. Duh serem~

    ReplyDelete
  24. Suamiku orang Gunung Kidul, tapi aku baru berkunjung ke pantainya beberapa doang. Pantai ini suami lom pernah nyebut. Tagih ah, kalau mudik ke Gunung Kidul. Tapi, asli ngeri naik jembatan bambunya.

    ReplyDelete
  25. Duh, kok ngeri ya ngebayanginnya. Tapi terbayar sih dengan pemandangan yang indah.

    ReplyDelete
  26. Wah saya lom pernah nih ke Gunung Kidulnya lebih bagus juga ya, kalau ke Yogya mesti kesana nih buat wisata alamnya

    ReplyDelete
  27. Ngeri-ngero sedap pantainya nih mbak, kalau saya mungkin belum berani 😁

    ReplyDelete
  28. Cantik ya, mbak. Tapi saya bacanya jadi ikut deg degan, apalagi saya takut ketinggian.

    ReplyDelete
  29. Belum pernah ke pantai ini saya, Mbak. Akses menuju ke sana bagaimana? Lihat foto-fotonya seneng banget lihat view pantai. Itu ada yang ombaknya lagi tinggi.

    ReplyDelete
  30. Wuih cantik banget deh pemandangannya. Aku udah lama deh gak main ke tempat yang begini. 😍

    ReplyDelete
  31. itu jembatannya aman mbak? ngeri juga ya pakai bambu-bambu gitu. mana udah tua pula.

    tapi pantainya bagus. masih perawan pula.

    ReplyDelete
  32. Seru banget ih kayany, pantai, tebing,Deburan ombak. MasyaAllah...

    ReplyDelete
  33. Waaah seruuu... Walau sedikit ngeri, tapi justru itulah keseruannya. Di kampung saya banyak sih dulu jembatan kayak gitu, tapi nggak ada ombaknya kaliπŸ˜† yang penting happy ya bundaπŸ‘

    ReplyDelete
  34. Kakakku di Jogja tapi aku gagal terus kalau mau ke pantai. Habis Jogjanya kan Kaliurang Mbak, jadi kita ke gunung terus. Asal mau ke Gunung Kidul udah ngeri duluan sama macetnya. Perlu perjuangan memang, tapi sepadan sama pemandangana yang kita dapatkan.

    ReplyDelete
  35. Iya banget deh Mba. Kalau pantainya sudah viral, bakalan banyak dikunjungi dan ujung-ujungnya nggak bakalan cantik lagi.

    Aduh ini beneran tepi tebing gini ya. Uwww ... ngeri ngeri tapi cantik ya.

    ReplyDelete
  36. Itu kalau mau foto di jembatannya kudu langsung jepret ajalah, ngeri-ngeri nya bikin merinding, wkwkw, padahal sih kalau dapat fotonya bakal seneng banget ya

    ReplyDelete
  37. Duh cakep banget mba Inna. Mupeng pengen kesana ahay. Kereen banget yah

    ReplyDelete
  38. wah ini mah pas banget postingannya pas aku rencana mau pergi bersama keluarga besar k Jogja mba, karena iya emang pantai di daerah gunkid udah ga seeksotis dulu lagi, malah terkesan kumuh. Cussss

    ReplyDelete
  39. Jadi memang harus pagi banget ya biar free tiket.. eh. Hahaha

    Itu jembatan bambunya ada bobot minimal ga, Mba? Secara liat gambar ngeri banget ya. Kayaknya body aaya harua turun 20 kg lagi biar bisa naik jembatan itu.

    ReplyDelete
  40. waaah rekomended sekali tempatnya ya mba, sepertinya memang perlu berpetualang

    ReplyDelete