Tuesday, January 22, 2019

Anak Excited Saat Wisata Museum? Apa Triknya?

Ketika Ical masih balita, saya dan suami mengajaknya mengunjungi Museum Ullen Sentalu di kaliurang jogjakarta. Waktu itu, meski terlihat antusias, Ical yang masih belum bisa baca, tentu saja menikmati museum dengan caranya.

Sekitar kelas 2-3 SD, saya dan keluarga besar jalan-jalan dalam rangka libur lebaran. Salah satu yang kami kunjungi adalah Museum Soeharto di Dusun Kemusuk, Bantul. Disini, Ical yang sudah bisa membaca, benar-benar mengamati hampir satu demi satu kalimat yang tertulis di dalam museum. Bahkan, setelah sampai pintu luar, Ical minta masuk lagi. Lalu ia pun masuk lagi, dan membaca informasi yang terlewatkan.

Keluar dari pintu Museum, ia pun memberondong saya dengan banyak pertanyaan. Wajah cerah karena mendapat wawasan baru, dan rasa penasaran karena masih ada segudang tanda tanya, membawa diskusi tersendiri buat saya dan Ical ketika sudah berada di rumah.

pintu masuk museum zoologi bogor
Hingga sekarang Ical berusia 11 tahun, beberapa Museum sudah dikunjungi, dan reaksinya tetap sama. Antusias. Selalu tidak ingin melewatkan informasi yang ada di dalam Museum dan juga membaca detail apapun yang tersaji di dalamnya.

Dan tentu saja, berakhir dengan segumpal pertanyaan dan mengajak saya diskusi tentang apa yang sudah dilihatnya di dalam Museum.

Kalau ditanya, darimana awalnya yang membuat Ical excited tiap ke Museum? Saya tidak punya jawaban pasti sih sebenarnya. Jujur, kalau perihal sejarah, suami yang lebih suka. Begitu pun tontonan di rumah, lebih banyak semacam National Geographic, BBC Earth dan Discovery Channel.

Tiap main ke museum pun, saya dan suami mengajak anak-anak tetap have fun, sama seperti kita wisata ke pantai, ke gunung atau area yang atraktif lainnya. Wisata ke Museum itu memang sepertinya serius ya, mengenang sejarah, melihat peristiwa di masa lalu, dan banyak hal yang membuat suasana Museum menjadi mencekam dan misterius.

museum fatahillah kota tua jakarta
Tapi ternyata, ketika kita lebih kenalkan Museum ke anak sebagai sesuatu yang menyenangkan, maka mereka bisa tetap hepi sepanjang perjalanan di Museum. So far, lebih kuat Ical dibanding Sasha, adiknya, secara antusiasme saat ke Museum. Kalau Sasha lebih seperti saya, suka dengan yang berbau sejarah tapi tidak mendetail seperti Ical dan Ayahnya. It could be "Like Father, Like Son. Like Mother, Like Daughter".

Kalau perkara dunia art & entertainment, nah ini saya suka banget, begitu pula Sasha, seperti drama dan sejenisnya. Tapi Sasha juga senang saat ke Museum, hanya saja ia gak mau berlama-lama, Kecuali ada yang benar-benar menarik perhatiannya. Eh gak mau lama-lama itu, kalau Sasha udah ngerasa laper sih, hahhaa. Secara kalau di Museum kan gak boleh makan di dalam ya biasanya, jadi harus ditahan dulu sampai keluar. Jadilah, tiap sebelum ke Museum, saya ajak Sasha makan duluan, meski nanti setelah dari Museum pun makan lagi :P

So far, Ical & Sasha jadi penikmat main ke Museum, meski kadang ada beberapa Museum yang kurang terawat, entah itu berdebu, beberapa tools atau pajangan rusak, penerangan seadanya, bahkan kadang juga panas, tapi saya dan suami sejak sebelum masuk museum, sudah memberi atmosfer ke anak-anak, that we're gonna have fun!

Dengan harapan, museum di Indonesia ini makin terawat, terjaga, dan ditingkatkan maintenancenya. Kalo enggak, bisa jadi 10-20 tahun lagi, museum hanya jadi tempat kumuh teronggok, padahal menyimpan berjuta informasi yang bisa jadi bekal generasi mendatang untuk mengenal sejarah bangsanya sendiri.






11 comments:

  1. Senangnya jika anak-anak sudah senang diajak ke museum sejak kecil. Semoga museum di Indonesia tetap terjaga dengan apik, sehingga membuat betah pengunjungnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mb, moga makin bagusss ya perawatannya, biar makin nyaman juga saat berkunjung ke museum

      Delete
  2. Sampai saat ini memasuk musium sebagai tempat yang dikunjungi

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah satu tujuan wisata dimana kita bisa belajar banyak juga ya mas

      Delete
  3. musium tempat yang asyik dikunjungi

    ReplyDelete
  4. Foto museumnya dibanyakun dong kak. Penasaran isinya apa aja. Kayaknya seru deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya seruuu, tapi sayang banyak foto di dalam museum yang gelap nih, karena penerangannya kurang sip

      Delete
  5. museum itu emang asikk tapi kadang banyak museum yang nggak dirawat dan kurang erhatian pengelolanya. jadi kurang menarik deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. he em, PR banget buat industri pariwisata di indonesia ya mas, biar bisa memajukan dan fokus ke wisata museum, biar ramah anak, ramah keluarga

      Delete
  6. aku tuh pecinta museum mba. setiap traveling dalam dan LN aku sempetin utk cari tau ada museum apa yg menarik di sana. Tapiiiii museum yg aku suka itu yg punya latar belakang kelam. Kyk museum bom atom hiroshima, museum bom atom nagasaki, museum jend nasution, museum s21 di pnom penh, Museum killing field di pnom penh. pokoknya yg ceritanya serem tp msh berbau sejarah.

    nah anakku yg pertama sama kayak aku. mungkin krn dr kecil dia aku kenalinnya ke museum2 "kelam" begini, dia jd excited banget utk tau ceritanya.kayak waktu di hiroshima, pas msk museumnya, dia serius dengerin audio guide gmn cerita sejarah bom atom saat dijatuhkan di hiroshima.

    pernah sih aku bawa ke museum yg biasa, kayak museum doraemon ato museum manusia purba di solo, tertarik juga sih anaknya, tp ga terlalu penasaran kayak museum2 yg kelam td :D

    ReplyDelete