Skip to main content

Konsep Buku Solo Perdana, Akan Seperti Apa?

Di postingan sebelumnya, saya masih galau tentang judul apa yang tepat buat rencana buku yang akan saya buat.

Mmm, kira-kira judul apa yang tepat untuk sebuah buku yang berisi tentang travelling, sekaligus perjalanan yang ditempuh seseorang untuk menuju suatu tempat. Sebuah travelling ataupun perjalanan yang bukan sekedar tujuan senang-senang dan hura-hura, tapi juga ada hikmah mendalam di dalamnya.

Seperti misal kompaknya suami istri yang belum dikaruniai anak, dan memilih bahagia dengan rutin travelling setiap tahun. Perjalanan umroh seorang single mom dari rezeki yang datang dengan tidak disangka-sangka. Ataupun cerita seorang anak yang mengayuh sepeda belasan kilometer untuk menuntaskan cita-citanya. Serta aneka cerita perjalanan lain yang mampu menyentuh hati.

Dalam beberapa kali wawancara dengan nara sumber yang akan saya tampilkan dalam buku ini, para narsum ini berujar terharu dan tersentuh dengan apa yang saya tuliskan tentang diri mereka.


Makinlah saya bingung, ini sebaiknya bukunya dikasih nama apa coba? Ok mari kita list beberapa kandidat nama buku tersebut:

1. Travellation
"Travelling & Inspiration"

2. Behind The Journey
"Not Just About Travelling Story

3. Di Balik Layar
"Cerita Perjalanan Penuh Hikmah"

4. Beyond The Travelling Journey
"close to your life, close to your soul"

5. Inside The Travelling
"a half way of happiness is here"

Nah diantara kebingungan dengan judul fixnya apa, pastinya saya akan mengisi buku non fiksi ini dengan melibatkan wawancara dengan beberapa nara sumber, minimal 10-15 orang. Dengan tebal kisaran 100-150 halaman, buku yang memakai bahasa ala-ala chicklit yang renyah, menarik, menggelitik, sekaligus ada bumbu trenyuh di dalamnya, saya harapkan bisa dinikmati oleh kalangan dari berbagai usia.

Karena ini adalah buku travelling, buku perjalanan, maka siapapun bisa membacanya. Bahkan anak usia SMP-SMA pun bisa membaca buku ini, sebagai bahan motivasi. Hingga para IRT, pekerja kantoran pun bisa membaca buku yang saya janjikan akan menguras emosi baik sedih maupun senang.

Konsep secara keseluruhan, saya ingin membuat buku travelling yang bukan hanya sekedar berisi gimana serunya jalan-jalan, gimana asyiknya bepergian entah itu jarak dekat maupun jarak jauh, tapi gimana sebuah buku travelling bisa membuat orang menjadi belajar tentang sosok-sosok yang hadir dalam buku tersebut.

Perihal judul, teman-teman lebih suka yang nomor berapa dari 5 judul yang saya list diatas?




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Wonderful, Itulah Indonesiaku

Buka album foto-foto lama, ternyata e ternyata, isinya banyak juga yang serba jalan-jalan atau piknik ya? Indeed, kami memang keluarga traveller sejati ini, ya maksudnya siapa tahu ada yang mau endorse buat ke Raja Ampat atau Belitong gitu? Hahaha ngarepnya begitu.

Eh tapi diAMINin aja, ya kan? Semua hal itu tidak ada yang kebetulan, pasti ada niat atau terbersit di pikiran terlebih dahulu. Termasuk soal jalan-jalan ini. Wisata buat kami sekeluarga, rata-rata memang pakai niat dan rencana dan ternyata setelah dijalani selama beberapa tahun ini, kami lebih tertarik untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata negeri sendiri. Yang kalau kita bedah pun, gak bakalan habis-habis dari Sabang sampai Merauke.

Beginilah cara kami, menikmati pesona Indonesia. Dari mulai laut hingga pegunungan, semua kami suka. Makin alami tempatnya, makin eksotis tempatnya, makin menantang medannya, maka saya, suami dan anak-anak makin tertarik menjelajahinya.

Ini foto jaman belum ada Sasha, Ical masih berusia dibawa…