Skip to main content

Tips Nyaman Wisata Kuliner di Kopi Klothok Jogjakarta

Tips nyaman wisata kuliner di Kopi Klothok Jogjakarta?

Lah berarti gak nyaman gitu maksudnya? Eh gini-gini, jangan salah paham dulu, nanti saya dikeroyok sama para pecinta tempat makan Kopi Klothok yang dekat dengan area wisata Kaliurang di Jogjakarta ini.

Saya pernah nih 2x ke tempat ini. Pertama, waktu bareng ibu-ibu arisan, sesama wali murid saat Sasha masih TK dulu. Kedua, bersama suami dan anak-anak beberapa hari lalu.

Saat pertama datang ke tempat ini, september 2017, pagi hari kisaran jam 8-9an. Ya saat anak-anak sedang sekolah gitu lah ya kurang lebih. Kesan saya waktu itu, asyik banget lah tempatnya. Makananya juga ala-ala ndeso yang enak dan sedap. Sampai saya dan para ibu-ibu ini sempet-sempetnya foto-foto ala yoga di tempat tersebut. Gak banget ya? Hahaha. But we had fun actually!


Nah nah, sejak september tahun lalu itu, saya selalu cerita ke suami betapa asyik dan serunya makan di Kopi Klothok ini. Akhirnya baru kesampaian beberapa hari lalu ini. Dan ternyataaaa

Beginilah penampakannya....



Bejubellllllll luar biasa

Ok jadi kalau kita makan di Kopi Klothok, itu bisa memilih makan di dalam ruangan dan di luar ruangan. Foto diatas adalah penampakan di dalam ruangan, dan juga sekaligus tempat kita bisa mengambil makanan berupa aneka hidangan dari mulai nasi megono, mangut, dan lain-lain. Dan maaf, gak ada fotonya, karena jujur udah agak ilfeel kalau antriannya sampai sebegitunya.

Suasananya sebenarnya cukup enak, di tengah pedesaan, masih banyak pepohonan, ada kolam-kolam, dan tanaman-tanaman yang membuat nuansa begitu asri.



Suasana pedesaan ini sebenarnya dapet banget, tapiii sayangnya dengan membludaknya yang pengen makan, bikin selera makan hilang. Eh selera makan tetep sih, tapi males aja gitu dengan antrian yang begitu luarrr biasaaa. Akhirnya kita makan pisang goreng yang terbilang cukup lumayan enak rasanya dan teh manis hangat. 



Di tempat ini, juga kita manfaatkan untuk mengambil beberapa video untuk vlog edisi berikutnya di channel youtube Saddha Story.

Okey, lalu mana tipsnya nih? Sesuai judul! Ohiya maafkan, malah hampir lupa :D

Jadi jadi beginiii, kalau memang tertarik untuk berkunjung ke Kopi Klothok dan berwiskul dengan nyaman, boleh ikuti tips berikut ini:

1. Hindari Datang di Hari Libur!
Yesss, kesalahan kami sekeluarga, datangnya adalah saat tanggal merah! Dan booommm! Jogja pas diserbu banyak wisatawan luar kota, jadilah penuh sesakkk di tempat yang sebenarnya luas ini.

2. Datang Lebih Pagi!
Ini juga perlu, supaya kita bisa ngetag tempat yang kita mau. Kadang ada beberapa spot yang terlalu banyak orang merokok, pastinya bikinkurang nyaman buat anak-anak. Kami sekeluarga datang sekitar jam 8.30an pagi di hari libur. Nah berarti kalau mau datang di hari libur juga, datanglah lebih pagi? Mungkin bisa bakda Subuh sebelum warung buka? Malah bebas tuh bisa ambil tempat duduk mana saja, wkkwkwk. Iya kali!

3. Bawa Koran/ Plastik/ Wadah Sendiri
Loh kenapa? Iyaaa, karena kalau kita misal beli gorengan atau makanan lain terus gak abis, ternyata di Kopi Klothok ini gak mau loh bungkusin. Mas waiternya dengan judes bilang, "Maaf buk, disini gak sediain tempat buat bungkus".  Hiya hiyaaaa, baiklah. Untung ada koran nganggur di parkiran, ya saya pakai saja untuk mbungkus. Beresss!

Tips terakhir adalah, kalau masih lapar karena males antri, bisa lanjut makan di tempat makan lainnya, karena dekat-dekat Kopi Klothok juga ada beberapa lokasi yang enak makanannya, seperti Sop Pak Min, Warung Mbah Carik, Gudeng Yu Djum ataupun Gudeg Bu Ahmad.

Begitu saudara-saudara! Kami sekeluarga, kurang suka dengan hiruk pikuk. Lahhh cuman mau makan ini, ampe antriiii dan berdesak-desakan. Mending makan tempat lain aja yes?

Gimanapun juga tetep pengen sih, menikmati suasana pedesaan dengan makanan khas yang ngangenin. Masalahnya kan, kalo mau perfi sekeluarga memang bisanya pas tanggal merah biasanya, dan saat inilah banjirrrr pengunjung.

Semoga pihak managemen tempat makan tersebut, bisa lebih aware lagi dengan kepadatan jumlah orang yang datang, terutama saat musim liburan tiba. Mungkin menambah luasan tempat? Membuka tiket & pemesanan secara online supaya lebih teratur? Ya monggolah atur saja, yang penting kami para penikmat Kopi Klothok, merasa nyaman.

Eh eh eh, tapi ini kenapa postingannya tidak menyentuh perihal kopi? Katanya namanya Kopi Klothok?

Ya maafkan, kami sekeluarga bukan pecinta kopiiiiii, jadi gak pesen deh. Siap-siap ditimpuk sama yang baca nih, wkkwkwk.








Comments

  1. Penasaran sama kopinya, tapi langsunh ilfeel kalau yang jualan judes

    ReplyDelete
  2. Kenapa sih Mba Inna ini postingannya bikin aku mupeng terus? Bener2 jadi pengen liburan ke Jogja kan huhuu. Sukaa mba saya tulisan-tulisannya tentang Travelling, good job mbaa 😍

    ReplyDelete
  3. setuju dengan mbak Widi males kalau mau beli sesuatu terus yang jualnya judes

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Wonderful, Itulah Indonesiaku

Buka album foto-foto lama, ternyata e ternyata, isinya banyak juga yang serba jalan-jalan atau piknik ya? Indeed, kami memang keluarga traveller sejati ini, ya maksudnya siapa tahu ada yang mau endorse buat ke Raja Ampat atau Belitong gitu? Hahaha ngarepnya begitu.

Eh tapi diAMINin aja, ya kan? Semua hal itu tidak ada yang kebetulan, pasti ada niat atau terbersit di pikiran terlebih dahulu. Termasuk soal jalan-jalan ini. Wisata buat kami sekeluarga, rata-rata memang pakai niat dan rencana dan ternyata setelah dijalani selama beberapa tahun ini, kami lebih tertarik untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata negeri sendiri. Yang kalau kita bedah pun, gak bakalan habis-habis dari Sabang sampai Merauke.

Beginilah cara kami, menikmati pesona Indonesia. Dari mulai laut hingga pegunungan, semua kami suka. Makin alami tempatnya, makin eksotis tempatnya, makin menantang medannya, maka saya, suami dan anak-anak makin tertarik menjelajahinya.

Ini foto jaman belum ada Sasha, Ical masih berusia dibawa…