Skip to main content

Smartphone Photo-Videography, Penting Banget Buat Traveller Blogger!

Seperti halnya nasi, ada nasi putih, nasi merah, nasi kuning, sampai ke nasi padang, hahaha. Eits, ini mau ngomongin apaan sih? Ini nih, maksudnya segala sesuatu di dunia ini, pastilah ada yang namanya perbedaan dan beragam varian.

Contohnya nasi yang udah saya sebutkan di awal kalimat, terus misal aneka minuman, dari hangat dan dingin dengan beraneka pilihan, jenis dan namanya.

Begitu pula dengan dunia ngeblog, ada beragam kategori blogger, yang biasanya dikelompokkan berdasarkan apa yang paling banyak dibahas atau ditulis di dalam blognya. Misal blog saya yang www.innaistantina.com, meski blog ini usianya udah 7 tahun, tapi isinya gado-gado, segala macam ada tuh. Dari parenting, jalan-jalan, makan-makan, puisi pun ada, psikologi, relationship, gadget, wes pokoke tumplek blek dalam 1 blog. Kalo istilahnya orang yang jualan, PALU GADA. Apa loe mau, guwe ada! :D

Blog yang ini, www.SaddhaStory.com, memang saya khususkan untuk mengupas tentang review  lokasi wisata dan kuliner. Nah blog dengan tipe ini, sering disebut dengan blog food & travelling, dan bagi si pelakunya disebut dengan Traveller Blogger atau Food Blogger. Tentunya selain membahas makanan dan minuman, juga menampilkan hal-hal yang berkaitan.

Apa saja misalnya yang berkaitan?

Ok gini gini, jadi ketika kita makan-makan atau mengadakan acara jalan-jalan, pastinya berkaitan dengan 1 hal penting. Yaitu Foto dan Video. Eh lah kok jadi 2. Hahaha. Kok pasti mba? Kan ada tuh yang gak suka juga videography, ribet!





Iya bener, agak ribet memang kalo videography. Bener kata Mas Teguh Sudarisman, salah seorang Travel Writer terkenal, yang berhasil jalan-jalan gratis dengan hobbynya menulis tentang lokasi-lokasi yang dijepret maupun diabadikan lewat tulisan dan video. Mas Teguh bilang, kalo photography banyak banget yang tertarik mempelajari. Kalo videography, belum sebanyak photography, apalagi smartphone videography, makin sedikitlah orang yang notice bahwa sebenernya perlu loh kita belajar.

Bagi para traveller blogger, menulis saja tentulah tidak cukup, tapi perlu belajar bagaimana mengambil sudut foto yang ciamik, bahkan jika ditunjang dengan kemampuan membuat video yang menarik, tentunya makin menaikkan nilai si blogger itu sendiri.

Alhamdulilah, saya dan Ical, si sulung, menyempatkan diri untuk ikut Workshop Smartphone Videography, yang diampu oleh Mas Teguh yang sudah punya pengalaman luar biasa, di bidang menulis, photography & videography. Karya-karyanya juga pernah muncul di media maskapai penerbangan yang cukup ternama di Indonesia.

Mas Teguh mengajarkan, hanya bermodal smartphone, kita sebenernya bisa produktif. Jadi citizen journalist misalnya, mengirimkan gambar ke media-media televisi, dengan video editan 2-3 menit, kita bisa mendapat yang cukup lumayan. Yaa kalo job blogger nulis, itu kurang lebih 2-3x nulis sponsored review lah.

Eh itu blogger macam saya yang masih unyu ya, nah kalo video mau kita masih unyu, mau udah pro, dinilainya dengan harga sama. Yang membedakan hanya ketika kita liputan di Indonesia atau di luar negeri. Tuh yang hobbynya jalan-jalan ke luar negeri, sekalian bikin mini berita, bisa jadi duit loh! Dan area jalan-jalannya bisa jadi berapa video tuh, artinya uang yang keluar buat jalan-jalan bisa balik modal, atau bahkan bisa lebih.

Lalu kenapa smartphone photo & videography? Ya pastinya lebih murah dan mudah. Percayalah saya udah pernah nyoba pakai handycam atau kamera, tapi malah riwehhhh cinnnn! Punya hape? Sokkk dipake aja, lebih praktis dan mudah dipelajari.


Workshop yang berlangsung dari pagi hingga mendekati sore ini, asyik banget sebenernya, karena kami diajak langsung praktek. Awalnya saya hanya pengen ikut sendiri aja, tapi setelah saya pikir-pikir, selama ini 80% yang ngedit video di channel youtube Saddha Story itu kan Ical, mending ajak Ical aja sekalian. Daripada saya ikut, terus saya mudengnya lama, wkwkkwk.

Jadilah Ical sebagai peserta termuda, 11 tahun, dan saya? Bisa lah nebak sendiri ya, kalo pesertanya rata-rata adalah para mahasiswa-mahasiswi :D



Blogger dan Vlogger sejatinya profesi yang sangat menjanjikan, belajar menjadi pengamat untuk sekitarnya, lalu kita bisa menuai hasil yang terbilang fantastis. Bisa dikerjakan siapapun, baik anak kecil, usia muda, dewasa hingga lansia.

Ahhhh senangnya, jika masa tua saya nanti, tinggal jalan-jalan, review sana sini. Eh eh, jangan terlalu tua juga lah, boleh gak dalam 3-5 tahun ini? Hahahha nawar ajaaa kerjaannya!

Pastinya ya Buk, Pak, sebagai blogger ataupun vlogger, kita wajib terus upgrade. Kalo sekarang jamannya orang berlomba-lomba bikin foto dan video bagus, kita jangan terlena dengan foto yang blur dan video yang terlalu banyak goyang.

Apalagi untuk seorang traveller blogger/ vlogger, yang mengabadikan keindahan alam sekitar ataupun makanan khas di daerah yang dikunjungi, kalo foto dan videonya bagus, enak dilihat, otomatis bikin orang jatuh hati dengan karya-karya kita.

Yaaaa gampang sih teorinya, prakteknya tentu butuh usahaaa dan perjuangan! Hayukkk mari!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Wonderful, Itulah Indonesiaku

Buka album foto-foto lama, ternyata e ternyata, isinya banyak juga yang serba jalan-jalan atau piknik ya? Indeed, kami memang keluarga traveller sejati ini, ya maksudnya siapa tahu ada yang mau endorse buat ke Raja Ampat atau Belitong gitu? Hahaha ngarepnya begitu.

Eh tapi diAMINin aja, ya kan? Semua hal itu tidak ada yang kebetulan, pasti ada niat atau terbersit di pikiran terlebih dahulu. Termasuk soal jalan-jalan ini. Wisata buat kami sekeluarga, rata-rata memang pakai niat dan rencana dan ternyata setelah dijalani selama beberapa tahun ini, kami lebih tertarik untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata negeri sendiri. Yang kalau kita bedah pun, gak bakalan habis-habis dari Sabang sampai Merauke.

Beginilah cara kami, menikmati pesona Indonesia. Dari mulai laut hingga pegunungan, semua kami suka. Makin alami tempatnya, makin eksotis tempatnya, makin menantang medannya, maka saya, suami dan anak-anak makin tertarik menjelajahinya.

Ini foto jaman belum ada Sasha, Ical masih berusia dibawa…