Thursday, January 17, 2019

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami, maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap. Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor.

Mmm kemana ya?

pintu gerbang jalan suryakencana bogor
Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana. Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal.

Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana. Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P

Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati makanan khas di Bogor ini? *uhuk* *alesan*

Baiklah, saya lanjutkan cerita hunting makanan di jalan Suryakencana ini ya?

Soto Kuning "Pak Yusup"

Dengan menyusuri trotoar dan berbekal info google serta arah dari gmaps, maka kami mencari tempat makan yang banyak direkomendasikan, yaitu Soto Kuning Pak Yusup. Kalau kita kurang jeli, banyak juga penjual soto kuning lainnya. Tapi dari banyak artikel yang saya baca, yang versi Pak Yusup inilah yang memang paling dicari pelancong.

soto kuning pak yusup bogor
Rasa sotonya memang enak, ya meski kalau dibandingkan soto ala Jogja, lidah saya butuh waktu untuk menyesuaikan. Sotonya terbilang ringan alias tidak dengan bumbu yang berat dan beraneka. Sederhana tapi nikmat.


Pisang Goreng Tanduk "Johnie"

Setelah makan soto, kami berdua pun melanjutkan untuk menyusuri jalan suryakencana. Ceritanya mencari cemilan untuk dimakan di hotel. Tidak butuh waktu lama, aroma pisang goreng di seberang jalan sangat menggoda indera penciuman. 

pisang goreng tanduk "johnie" bogor
Ternyata ada pisang goreng tanduk dengan size yang cukup besar. "Ini sih 1 aja udah kenyang", dalam hati saya. Lalu belilah 5 pcs, dan ternyata setelah saya dan suami makan 1, pengen 1 lagi dan lagi. Alhasil. yang terbawa ke hotel tinggal sisa-sisanya. Hahaha! 

Es Podeng & Es Doger

Dua es ini memang ternyata kuliner khas Bogor yang wajib kita cicipi. Karena pastinya meski mungkin namanya cukup familiar untuk makanan kota lainnya, tapi beda daerah biasanya juga beda rasa.

pilih es podeng atau es doger?
Es Doger yang lebih kental karena menggunakan santan, taburan kacang, dan susu kental manis, buat saya terlalu manis dan cepat eneg. Saya sendiri lebih prefer Es Podeng yang terasa lebih ringan dan manisnya pas. Padahal kalau di Jogja, Es Doger itu tidak terlalu kental. Nah inilah serunya mengenal kuliner kota lain, pasti selalu ada yang beda dan menarik rasanya.

Nah, ternyata baru 3 makanan itu saja yang saya dan suami cicipi selama berkelana di jalan Suryakencana, karena hari juga sudah mulai menjelang Maghrib, maka kami putuskan kembali ke hotel, lagi-lagi dengan berjalan kaki. 

Ketika ke Bogor di bulan berikutnya bersama anak-anak, kami tidak sempat untuk mengeksplor kembali kawasan pecinan ini, Insyaa Allah maybe next time, I'll be back :)

2 comments:

  1. wiiih, harus nyoba ini may.. dr dr stasiun commuter jauh gak ya?

    ReplyDelete
  2. Es Podeng yang kek gimana sih mbak? kalo Es Doger aku tau.. karena ada yang jual di sini.. btw salam kenal mbak..😊

    ReplyDelete