Monday, December 3, 2018

Prolog Buku Solo Perdana

Di tengah masih bingung mau pakai judul yang mana, boleh ya saya sedikit banyak membeberkan tentang prolog buku yang Insyaa Allah bakal saya fokuskan penuntasan penulisannya.

Pastinya sebuah buku tanpa cerita dan hikmah itu bukan buku yang punya greget. Seberapa greget buku ini? Yaitu terletak pada untaian kata yang bisa membuat siapapun merasa gembira dengan apa yang dialami oleh nara sumber yang saya wawancarai, ataukah ikut merasa begitu sesak dadanya karena kecewa yang dirasakan hingga rasa sedih yang cukup dalam, dengan emosi yang kurang lebih sama dengan apa yang sesungguhnya terjadi.

Travelling pada dasarnya memang membawa seseorang, sekeluarga ataupun beberapa orang merasakan yang namanya kebahagiaan. Tapi ternyata, travelling buat sebagian orang, bukan hanya kebahagiaan yang didapat, tapi juga ada esensi perjuangan di balik perjalanannya.

Kisah demi kisah yang terpapar, bukan hanya melulu tentang bagaimana cerianya para tokoh nyata di dalamnya. Bukan sekedar bagaimana menuturkan tentang pencapaian sesuatu dengan cara tertentu yang kadang butuh modal nekad, tapi juga bagaimana menyampaikan sebuah hikmah dari perjalanan dengan cara yang manusiawi dan membuat pembaca selalu bertanya, "Setelah halaman ini, akan ada kejadian apa lagi ya?".

Kisah travelling yang menginspirasi dilengkapi dengan perjalanan beberapa orang dalam meraih cita-citanya, tentu saja bisa membuat siapapun yang membaca kembali merenung ke dalam diri sendiri, tentang layak atau tidaknya hijrahnya dari satu kota ke kota lain, perjalanannya dengan sepeda ataupun mobil berkelas. Sudahkah semuanya punya makna? Sudahkah semuanya membangunkan inspirasi?

0 comments:

Post a Comment