Skip to main content

Bikin Buku Solo? Hayuk Aja!

Duluuu banget, pengen bikin buku. Seiring berjalannya waktu, sepertinya ini bukan prioritas saya lagi. Sampai suatu ketika, saya bergabung dengan beberapa komunitas penulis dan blogger. Rupanya marak sekali, munculnya buku-buku terutama antologi. Yaitu semacam buku yang isinya dikerjakan bersama-sama, ada beberapa penulis dalam 1 buku.

"Seru juga nih project buku antologi", pikir saya beberapa waktu lalu, terutama saat melihat beberapa sahabat yang kebetulan juga seorang penulis artikel, sudah melahirkan buku antologi untuk kesekian kalinya.

Hingga datanglah masanya, dalam satu komunitas yang saya ikuti, menawarkan siapa saja yang tertarik untuk ikut dalam proyek pembuatan buku antologi, bisa segera mengirimkan naskahnya. Tanpa pikir panjang lagi, lalu pun saya kerjakan, dan saat ini sedang menunggu masa-masa untuk diterbitkan. Yes, Bismillah, that would be my first book. Antologi gak masalah, tetap itu adalah sebuah karya.

Ya siapa tahu, suatu saat kesempatan untuk membuat buku solo atau minimal duet bisa terealisasi. Meski dengan beberapa target blog yang sedang saya kerjakan, berikut dengan vlog SADDHA STORY bersama kedua anak saya, kadang pikiran berasa penuh. Mana nih yang mau dikerjakan duluan. Tapi selama itu adalah passion, saya pasti akan kerjakan dengan sepenuh hati. Yaaa kepontal-pontal dikit tak apaa yaaa? :D

Komunitas ODOP yang saya ikuti beberapa bulan terakhir ini, ternyata oh ternyata, project akhirnya adalah untuk perencanaan buku solo. Wow, baru ngeh saya! Hahaha. Maklum kebanyakan ngelaba sana-sini, jadilah kurang fokus.

Ketentuannya adalah buku yang diusung, nichenya sama dengan blog ini. Which is, ada unsur travellingnya. Mmmmm, jujur sempat gak terbayang, kalau blog yang berniche serba jalan-jalan dan makan-makan ini, akan saya tuangkan ke buku dengan tema serupa.

Padahal saya sendiri, sebenarnya punya target pribadi, kalau ini berupa buku, saya ingin lebih berupa motivasi hidup. Lalu terbersitlah di pikiran saya, mungkin gak ya, menggabungkan antara unsur travelling, jalan-jalan tapi juga ada hikmah dari perjalanan tersebut?

Akhirnya terpikirlah untuk mengabadikan cerita travelling atau jalan-jalan teman dan sahabat yang saya kenal. Karena saya yakin, tiap orang dalam meraih sesuatu pasti melalui suatu etape perjalanan tertentu yang perlu ditempuh secara jarak.

Jalan-jalan artinya memang kita melakukan sebuah perjalanan, baik untuk menuju sesuatu ataupun meraih sesuatu dan pastinya akan menjadi momen yang sangat indah, ketika kita bisa menemukan hikmah dan pelajaran dari setiap perjalanan.

Judul? Mm bentar ya, saya akan coba kasih sedikit bocoran di postingan berikutnya. Intinya mah, saya berharap, jika nanti buku ini akhirnya terbit, bisa menjadi inspirasi banyak orang tentang kegiatan travelling yang penuh makna. Ada yang bisa kasih ide judul mungkin? Komen aja yukkks


Comments

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Wonderful, Itulah Indonesiaku

Buka album foto-foto lama, ternyata e ternyata, isinya banyak juga yang serba jalan-jalan atau piknik ya? Indeed, kami memang keluarga traveller sejati ini, ya maksudnya siapa tahu ada yang mau endorse buat ke Raja Ampat atau Belitong gitu? Hahaha ngarepnya begitu.

Eh tapi diAMINin aja, ya kan? Semua hal itu tidak ada yang kebetulan, pasti ada niat atau terbersit di pikiran terlebih dahulu. Termasuk soal jalan-jalan ini. Wisata buat kami sekeluarga, rata-rata memang pakai niat dan rencana dan ternyata setelah dijalani selama beberapa tahun ini, kami lebih tertarik untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata negeri sendiri. Yang kalau kita bedah pun, gak bakalan habis-habis dari Sabang sampai Merauke.

Beginilah cara kami, menikmati pesona Indonesia. Dari mulai laut hingga pegunungan, semua kami suka. Makin alami tempatnya, makin eksotis tempatnya, makin menantang medannya, maka saya, suami dan anak-anak makin tertarik menjelajahinya.

Ini foto jaman belum ada Sasha, Ical masih berusia dibawa…