Skip to main content

Travelling, Bikin Anak Makin Cerdas

"Sekolah kuwi nggo ajar mikir (sekolah itu untuk belajar berpikir)", begitu ungkap bapak saya almarhum saat saya masih SMP di Semarang dulu.
Pesan yang singkat ini, ternyata salah satu pesan terakhir beliau yang benar-benar saya ingat hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.

Saya yang waktu itu masih SMP, bisa jadi gak mudeng, apa maksud dari pesan bapak tersebut. Tapi setelah melampaui naik turun dalam hidup ini, barulah saya ngeh. Oooo ini ternyata!

Ternyata apa?

Ternyata salah satu maksud bapak tentang sekolah sebagai tempat belajar berpikir, ada benar benarnya juga. Pelajaran-pelajaran di sekolah, memang tidak bisa kita pungkiri 80-90% muatannya adalah mengolah otak kiri. Seperti berhitung dan menghapal. Sementara otak kanan yang melatih kreativitas, intuisi serta daya imanginatif terlihat masih sangat kurang.

Berpikir dalam konteks pesan bapak, adalah bagaimana kita mengandalkan logika. Berlatih menggunakan akal untuk mengatasi setiap elemen kehidupan, baik itu mulai dari anak sekolah yang belajar menyelesaikan soal-soal ujian hingga para manusia dewasa dengan segala rutinitas yang kadang butuh pemikiran lebih.


Mengajak anak-anak bermusik, ngeVlog dan juga mengembangkan minat bakat mereka, adalah salah satu cara untuk menajamkan otak kanan. Atau lebih tepatnya, menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. Iya, otak kiri sudah terlalu capek dengan bejibunnya materi pelajaran di sekolah. Masa di rumah, kita masih harus membebani lagi?
Jalan-jalan atau travelling, juga merupakan salah satu bentuk refreshing buat anak-anak untuk melepas penat setelah sibuk dengan kegiatan di bangku sekolah. Tidak harus mahal, tidak harus ke luar kota. Kita bisa lakukan di dalam kota, dekat-dekat rumah dan bahkan dengan biaya murah dan sangat terjangkau.

Manfaat Travelling Untuk Stimulasi Kecerdasan Anak

Anak-anak sebenarnya seorang pembelajar natural. Ia dengan mudah mengcopy-paste apapun yang dilihat, didengar dan dirasanya. Melalui kegiatan travelling baik bersama keluarga ataupun teman-teman sekolah, membuat anak mendapatkan banyak manfaat yang berguna buat hidupnya di masa kini dan utamanya di masa depan.

Pernah mendengar pembicaraan orang-orang seperti ini: "Yaah, dulu kuliah jurusan X, ternyata gak kepake juga tuh di dunia kerja". Atau mungkin seperti ini: "Belajar cos tangen sinus, juga sama saja gak kepake pas udah kerja". See? Tidak perlu saya sebutkan lagi, tentang apa-apa yang sudah kita pelajari di bangku sekolah, nyatanya memang tidak semuanya kita butuhkan. Ya harap maklum, dengan sistem pendidikan di negeri ini, yang saya bilang cukup terlambat dalam mengklasifikasikan minat & bakat anak. Seperti halnya penjurusan sekolah, baru muncul ketika SMA.

SMA? Duh, padahal kemampuan anak usia TK saja sudah ketahuan sebenarnya. Itulah kenapa jadi orang tua di Indonesia, ya wajib belajar mengenali minat bakat anak sendiri.

Dan berdasarkan alasan tersebut, sejak suami mulai sering mengajak travelling baik ke dalam maupun luar kota, ini saya jadikan cara untuk menstimulasi kecerdasan anak.

Hayo hayo, perlu kita ingat lagi kecerdasan majemuk yang disampaikan oleh Howard Gardner, tidak  berpaku pada kecerdasan dalam 1 bidang saja, tapi beragam macamnya, yaitu kecerdasan visual & spasial, interpersonal, intrapersonal, naturalis, linguistik, logika, musik dan kinestetik.

Tiap anak pasti punya 1 atau beberapa kecenderungan kecerdasan yang kuat dari tipe-tipe kecerdasan yang Gardner sebutkan.

Nah dengan stimulasi yang tepat, maka kegiatan travelling bisa punya manfaat untuk menstimulasi kecerdasan dan potensi anak. Apa saja manfaatnya?

1. Anak Peduli Alam & Sekitar
Dengan mengajak anak jalan-jalan ke lokasi wisata, kita membuat anak mengenal lingkungannya. Nah melalui kegiatan ini, juga memudahkan kita untuk mengajaknya aware dengan apa-apa yang ada di sekitarnya. Mulai dari bagaimana membuang sampah di tempatnya, bagaimana menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. Seperti kita tahu, banyak lokasi wisata di Indonesia yang kurang terawat terutama dari sisi kebersihannya. Disinilah kita bisa olah rasa & logika anak untuk menjadi pribadi yang lebih peduli.


2. Anak Lebih Sehat & Tangguh
Jalan-jalan ke tempat wisata yang cukup terjal dan medannya menantang, ternyata ini bisa membantu anak-anak menjadi lebih sehat dan tangguh. Otot-ototnya terlatih sedini mungkin dan badannya bisa lebih bugar serta terbiasa dengan cuaca yang cepat berubah. Sepele sepertinya ya? Tapi ternyata manfaatnya luar biasa untuk kesehatan anak. Tidak perlu jauh-jauh, bisa ke taman kota yang dekat dengan rumah, ini pun sudah cukup.

3. Anak Lebih Kritis
Tanpa kita sadari, dengan sering mengajak anak travelling, ternyata anak jadi lebih kritis dengan menyikapi segala sesuatu di sekitarnya. Misalnya saja, Ical dan Sasha yang ikut protes, kenapa masih ada orang yang iseng corat-coret di dinding lokasi wisata.

4. Anak Lebih Kreatif
Travelling juga memancing sisi kreatifitas anak, dari hal yang paling sederhana, seperti saat Sasha memanfaatkan daun-daun dan bunga-bunga rontok saat berkunjung ke taman bunga. Ia asyik bermain  peran dengan temuan berharganya itu.

5. Anak Lebih Peduli Sejarah & Budaya
Tidak bisa kita pungkiri, ketika ke lokasi wisata, sebagian diantaranya memang punya unsur sejarah dan budaya. Sejak kecil, Ical sudah kami ajak ke museum, dan ternyata ini membangkitkan semangatnya untuk belajar sejarah, mulai dari yang terjadi di Indonesia dan di luar negeri.

Nyatanya memang, travelling dengan skala murah meriah di kota sendiri pun, bisa membuka wawasan anak-anak tentang banyak hal.

Jadi jadi, sudah punya rencana buat jalan-jalan bersama keluarga kemana nih weekend nanti? Ohiya, sepertinya lain waktu, boleh nih saya share tentang stimulasi kecerdasan anak saat travelling kali ya?






Comments

  1. Keren mbak, terima kasih sharingnya

    ReplyDelete
  2. Sesuai hobi kalau ini, ntar bakalan sering ngajak JJ 😊

    ReplyDelete
  3. Menyenangkan dan mencerdaskan, kira2 begitu y mba. Yuk kemon travelling😍

    ReplyDelete
  4. Nice mbak. Softskill juha harus dikembangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yess mb karena di dunia nyata di luar sekolah, softskill lebih dibutuhkan

      Delete
  5. Asyik ini, bukan cuma anak yg belajar. Emak jg refreshing. Yg males paling packing dan unpacking sih klo saya 🤦🏻‍♀️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha betul betul, pekerjaan paling menyebalkan selain setrika adalah packing unpacking

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Wonderful, Itulah Indonesiaku

Buka album foto-foto lama, ternyata e ternyata, isinya banyak juga yang serba jalan-jalan atau piknik ya? Indeed, kami memang keluarga traveller sejati ini, ya maksudnya siapa tahu ada yang mau endorse buat ke Raja Ampat atau Belitong gitu? Hahaha ngarepnya begitu.

Eh tapi diAMINin aja, ya kan? Semua hal itu tidak ada yang kebetulan, pasti ada niat atau terbersit di pikiran terlebih dahulu. Termasuk soal jalan-jalan ini. Wisata buat kami sekeluarga, rata-rata memang pakai niat dan rencana dan ternyata setelah dijalani selama beberapa tahun ini, kami lebih tertarik untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata negeri sendiri. Yang kalau kita bedah pun, gak bakalan habis-habis dari Sabang sampai Merauke.

Beginilah cara kami, menikmati pesona Indonesia. Dari mulai laut hingga pegunungan, semua kami suka. Makin alami tempatnya, makin eksotis tempatnya, makin menantang medannya, maka saya, suami dan anak-anak makin tertarik menjelajahinya.

Ini foto jaman belum ada Sasha, Ical masih berusia dibawa…