Skip to main content

Sneakers, Sahabat Terbaik Emak Traveller

Siapapun yang kenal saya dari masa sekolah dulu, pasti tahu kalau seorang Inna itu tomboi! Punya teman itu biasanya perbandingan 1:10. 1 perempuan dan 10 lelaki. 

Pernah sih sedikit bergaya feminin waktu magang 3 bulan di Departemen Luar Negeri saat masih kuliah dulu. Pakai rok lah, pakai sepatu cethok-cethok, pake jas ala-ala, sampai sedikit lipen memerah di bibir. Tapi apakah dengan berpenampilan lebih ke perempuan ini, menjadikan saya lepas attitude tomboinya? Sayangnya enggak, hahaha!

Itulah yang bikin saya gak bisa kerja di tempat yang harus mewajibkan memakai seragam dan sepatu tertentu. Pekerjaan yang saya pilih selama ini, selalu pekerjaan yang cukup bebas secara outfit. Meski saat kerja di Trans TV dulu ada pakai seragam hitamnya yang fenomenal dan hitz itu, tapi tetap kok kita para karyawan boleh pakai sneakers dan celana jeans. See, how fun is that? Terutama buat karakter seperti saya yang suka bekerja wara-wiri, sangatlah gak memungkinkan kalau harus pakai high heels. 

Eh tapi ada loh, senior saya yang pakai high heels cukup tinggi dan lancip. Kadang saya bayangin, itu high heels patah lah, atau nyangkut lah, secara menjadi pekerja TV yang kebanyakan di lapangan, gak bisa dong duduk diam manis. Mobiling terus, muterrrr terus.

Sampai menikah dan punya anak pun, gaya berpakaian saya, ternyata belum bisa berubah secara signifikan. Kemana-mana masih sering pakai yang serba praktis, nyangking ransel andalan dan tentunya sneakers kesayangan. 

Apa? Ibuk-ibuk pake sneakers? Loh why not? Enak tauk!


Mungkin dengan outfit ini pula yang bikin para sopir go-jek masih sering memanggil, "Mau kemana Mbak?", instead of Ibu. Eaaaaaaa .

Ok ok, kecintaan saya sama sneakers yang dalam sejarahnya ternyata mulai ada sejak tahun 19800an, membuat saya menjadi pengkoleksi sepatu yang sebenarnya khusus untuk olahraga ini. Punya berapa emangnya? Banyak dong! Ada 3 pasang. Hiyaaaa katanya banyak? Yaa buat saya 3 itu sudah cukup banyak. Bisa buat bergantian saat salah satunya dicuci. Yang satu model sneakers agak formal gitu ya, jadi bisa buat kondangan. Yak, saya kondangan bukan pakai sepatu heels, tetap sneakers cinnn.

Sejarah & Perkembangan Sneakers

Sneakers waktu pertama kali dibuat, ternyata tidak ada beda bentuk untuk kanan dan kiri. Duh, kebayang gimana gak nyamannya. 

Keds adalah salah satu perusahaan yang sudah lebih dari 100 tahun memproduksi sneakers di dunia. Dari nama keds inilah, kita orang Indonesia sering menyebutnya dengan "kets". Dalam halaman wolipop disebutkan, bahwa sneakers ini berasal dari kata "sneak" yaitu mengendap-endap. Tidak seperti heels atau boots yang bersuara cukup keras, maka sepatu kets ini memang didesain dengan sol karet sehingga tidak terlalu menimbulkan suara saat dikenakan.

Sneakers yang diklaim berasal dari Amerika ini, lalu mendunia, apalagi setelah seorang Pria Jerman menciptakan sneakers dengan menggunakan namanya, yaitu Adidas. Udah tahu kan ya range harga sepatu merk terkenal ini? Lumayan lah, buat bayar sekolah beberapa bulan :D


Tips Memilih Sneakers Buat Emak-Emak

Nah nah, sebagai emak-emak dengan aktivitas padat, tentunya kita butuh kenyamanan kan? Sneakers adalah salah satu jawabannya. Eitss tapi jangan asal beli sneakers, perhatikan dulu tips super duper penting ala inna berikut ini:

Cari Nyamannya, Bukan Warnanya

Ini nih penyakit banget buat kaum hawa, kalau beli apa-apa, unsur warna sering kali menjadi prioritas. Iya, kadang gak jelas, beli sepatu karena tergoda warnanya. Abis itu ternyata gak nyaman setelah pemakaian sehari-hari. Lalu tergeletak di rak sepatu. Terus dibuatlah modus buat beli sepatu baru lagi. Wes wes, stopppp! Bangkrut kalau begini jadinya. Ituuu saya dulu begitu, haha! Alhamdulillah kalau sekarang, lebih pemilih banget kalau cari sneakers, bisa sampai berjam-jam loh saya kalau cari sepatu. Ada yang mau nemenin atau bayarin? :P

Nyamannya sebuah sepatu itu terletak pada 3 hal ini:
1. Ukurannya pas
2. Beratnya ringan 
3. Mudah dibersihkan

Nah, repotnya, sering kali sepatu kets yang nyaman itu kok ya harganya bikin ckckckck! Jadi marilah menabung Makkk, demi sneakers idaman berikutnya! 






Comments

  1. semenjak saya tinggal di negara suami, lebiih favorit pake sneaker juga mba, kapan2 kalau traveling ke istanbul, mending pake sneaker yang nyaman, disini kontur tanah naik turun perbukitan, ditambah orang lokal juga hobby jalan kaki, orang2 sini jg terbiasa pake sneaker, meski bergamis, malah sneakr model khusus perempuan jg ada, bentuknya mirip flatshoes tapi model sneaker..haha gmn ya..sama2 tetap nyaman dan bisa tetap modis juga ketika pakai rok dll

    ReplyDelete
  2. Kalau aku pakai sneakers karena paling nyaman buat traveling. Mau lari-larian juga nggak takut jatuh, hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bener apalagi kalo mesti naik turun tanggaaaa

      Delete
  3. kalau saya pakai sneaker karena enak dipakai kakinya gak sakit

    ReplyDelete
  4. Aku juga sukanya pake sandal, sepatu teplek dan sneakers. Kadang diprotes suami, udah dibeliin high heels msh males make 🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha high heelku juga tergeletak dengan manisnyaaa mba

      Delete
  5. Aku belum punya ha..ha... kalau udah embah kaya aku pakai sneakers cucuku bilang apa ya?

    ReplyDelete
  6. Kirain sneaker makanan ternyata sepatu😂

    ReplyDelete
  7. Same here!! Saya juga sukaaa banget pakai sneakers daripada sepatu 'cethok cethok' 😂 dan besyukur jg kerja boleh bebas pakai sneakers, lebih gampang gerak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa asik banget tuh mb tempat kerjanya fleksibel banget ya

      Delete
  8. Saya suka juga Pakai sneaker, 😉

    ReplyDelete
  9. Aku juga suka pake sneaker mbak.. pernah ke nikahan temen pake sneaker 😂😂

    ReplyDelete
  10. Emang lebih nyaman pake sneaker. Kondangan juga pake sneaker.😅

    ReplyDelete
  11. Berasa punya temen nih. Hihi.. Tp sy klo pergi sama suami hampir lbh sering tak diizinkan pake sepatu yg bgni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin suami pengen istrinya lebih feminin mbaa

      Delete
  12. Sneaker salah satu koleksi wajib ada

    ReplyDelete
  13. Snakers bikin kaki nyaman bebas bergerak dan aliran darah lancar. Keren deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa betul Um, secara kesehatan juga ada manfaatnya ya

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Wonderful, Itulah Indonesiaku

Buka album foto-foto lama, ternyata e ternyata, isinya banyak juga yang serba jalan-jalan atau piknik ya? Indeed, kami memang keluarga traveller sejati ini, ya maksudnya siapa tahu ada yang mau endorse buat ke Raja Ampat atau Belitong gitu? Hahaha ngarepnya begitu.

Eh tapi diAMINin aja, ya kan? Semua hal itu tidak ada yang kebetulan, pasti ada niat atau terbersit di pikiran terlebih dahulu. Termasuk soal jalan-jalan ini. Wisata buat kami sekeluarga, rata-rata memang pakai niat dan rencana dan ternyata setelah dijalani selama beberapa tahun ini, kami lebih tertarik untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata negeri sendiri. Yang kalau kita bedah pun, gak bakalan habis-habis dari Sabang sampai Merauke.

Beginilah cara kami, menikmati pesona Indonesia. Dari mulai laut hingga pegunungan, semua kami suka. Makin alami tempatnya, makin eksotis tempatnya, makin menantang medannya, maka saya, suami dan anak-anak makin tertarik menjelajahinya.

Ini foto jaman belum ada Sasha, Ical masih berusia dibawa…