Skip to main content

Indomie Eksklusif di Warunk Upnormal

Warunk Upnormal, sebenernya di Jogja udah ada beberapa restonya, tapi belum kesampaian juga. Sampai akhirnya kemarin tanggal 7 November 2018, pulang dari Pelatihan Dubber di kawasan Jakarta Selatan, sambil menunggu Pak Suami yang masih kerja, saya melipir makan siang di Plaza Festival, sekalian melanjutkan tugas ODOP yang belum selesai.

Yes, tempat yang begitu luas, dengan aneka makanan, sempat membuat saya galau, mau makan apa nih. Mmm kadang terlalu banyak pilihan itu malah bikin kita bingung. Okelah, karena sudah jam 2 siang, dan sumpah laper banget setelah proses latihan dubbing berlangsung, maka saya mengambil resto yang ada di bilah terluar Plaza Festival. 


Warunk Upnormal, di jam 2 siang masih saja ramai, padahal hitungannya ini sudah bukan jam maksi. Atau orang-orang Jakarta kalau makan memang suka jam segini ya? Sebagian besar yang datang, minimal 2 orang dalam 1 group. Bahkan ada yang beramai-ramai. 

Saya? Sendirian sajaaa. Duh kasian yaaa, rencana janjian dengan beberapa teman, tapi karena itu jam kerja pastilah mereka tidak bisa keluar kantor sewaktu-waktu. Beda sama saya, yang freelancer inih, bebas tak terbatas mau liburan kapan, tapi bahayanya, kalo keasikan liburan gak ada Bos yang jewer buat kerja lagi, tapi diri sendiri yang harus mecut biar mau terus produktif.

Oke oke, kok jadi curhat ini, mending saya review sedikit tentang Warunk Upnormal, yang kalo di website resminya, menasbihkan diri sebagai Pelopor Indomie Kekinian. Yaa kalo di Jogja kan banyak tuh warung burjo yang menyuguhkan menu Indomie rebus/ goreng. Konsepnya seperti itu lah, tapi ini dibikin ala-ala cafe begitu. Tentu Indomienya dibikin cantik dan semenarik mungkin penampilannya, beda dengan di warung burjo yang cuman pakai mangkok biasa.

Nah dengan tempat yang cozy, asyik, bisa WIFI-an, arsitektur & interior yang terkesan simple but elegan, kira-kira gimana rasanya? Sebelumnya tengok dulu menu yang disajikan ini nih.




Ada varian makanan dan minuman yang bisa kita pilih. Secara saya masih awam banget tentang Warung Upnormal ini, dan tanpa searching dulu ke google menu apa yang sebaiknya saya pilih, kemarin saya milih saja, salah satu menu terbarunya, yaitu Indomie Cilok Seblak. Kenapa? Karena saya penggemar indomie dan cilok, sementara seblak saya pernah coba tuh sekali di jogja, dan pedasnya saya suka sensasinya.

So gimana rasanya?


Mmm serasa rasa, jujur saya masih suka Indotel yang dijual di warung burjo-indomie biasa, ciloknya juga saya lebih suka cilok langganan yang dijual pake gerobak di pinggir jalan, bumbu seblaknya? So  sooo lah rasanya. Dari angka 1 sampai 10, saya kasih 7 deh. 

Apa saya salah pilih menu? Apa karena sayanya aja yang lidahnya ndeso, kalo makan ala-ala cafe begini malah gak terlalu doyan. Ya maaf ya Mas Rex Marindo, kalo review saya begini adanya. Mungkin kalo dari sisi bumbu lebih dipertajam, bisa bikin ngangenin lidah yang mencicipinya.

Buat saya, makanan yang enak, itu ada unsur ngangeninnya. Semacam, pengen balik lagi dan lagi. Kek nasi padang gitu lah! Wkwkkwk.

Tapi penasaran juga sih sama menu yang lain, salah saya juga sih, gak nanya ke mb Kasirnya menu andalan disitu apa. Next time, I'll do it! 

Ohiya, pasti pada nanya, harga gimana? Secara harga, lumayan terjangkau, saya order 1 menu indomie + 1 air mineral itu habisnya 30ribu. Ya kalo di warung indomie pinggir jalan bisa dapet 3 porsi ya? But, it's okey, Warunk Upnormal memang secara konsep dibuat seperti cafe, tempat nongkrong yang cukup eksklusif.

Siapa saja yang sudah pernah makan di warung ini juga? Boleh kasih reviewnya juga ya!


Comments

  1. Upnormal selalu istimewadi kalangan mahasiswa khususnya dengan menu indomie nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa mb, kemaren rata rata anak muda, eh saya jugaaaa, mantan anak muda ☺️

      Delete
  2. Apa daya daku yang bikin mie dirumah..wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mending indomie di rumah ajaaa mas, murmer bisa kasih cabe potong sepuasnyaaa, hahaha

      Delete
  3. Wah, saya belum pernah nyoba nih. Jd penasaran 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayukkkk boleh mb kapan dicoba, udah banyak tersebar dimana mana ini keknya

      Delete
    2. Ikut ah mba Inna pengen nyoba juga

      Delete
  4. Belum pernah masuk warunk upnormal.. jadi pengen coba deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kmaren saya juga baru pertama karena penasaran juga

      Delete
  5. tempat asyik buat nongkrong sambil diskusi atau sharing..

    ReplyDelete
  6. Tempat buat aku ngerjain tugas, numpang wifi wkwk

    ReplyDelete
  7. Nah...ini salah satu resto/kafe yg sering bikin aku penasaran mba. Selalu penuh, bikin mikir klo mkn di situ sendirian. Sampai saat ini blm pernah kesampaian mkn di situ. Thanks for sharing. Berarti klo nanti kesampaian, nyoba menu lain yah? Hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Berani Membeli Mimpi Ala Hastin Pratiwi

Impian? Bisa dibeli memangnya? Dengan apa?
Bagi sebagian orang, barangkali sudah terlalu lelah bermimpi, letih berharap dengan segala cita-cita yang belum kesampaian. Tapi tidak bagi seorang Hastin Pratiwi. Tiwi nama panggilannya, seorang single mom untuk Lubna putri tercintanya. 
Sekitar 15 tahun lalu, Tiwi pernah bermimpi untuk bisa ke tanah suci, tepatnya untuk melaksanakan ibadah haji. Iya, sebuah perjalanan spiritual. Sebuah travelling untuk mendekatkan diri ke Ilahi. Suatu saat, pernah mendapatkan kabar memenangkan uang 60 juta dari sebuah undian. Hal ini sudah membuat Tiwi berharap bisa berangkat ke tanah suci dengan uang tersebut. Tapi sayangnya, itu hanya penipuan.
Lalu apakah Tiwi berhenti bermimpi? Nyatanya tidak. Selain terus melakukan aktivitasnya sebagai IRT, freelance writer dan editor, hari-harinya yang sebagian besar dipenuhi dengan kegiatan bersama anak dan bejibun artikel yang dilahapnya, Tiwi menyadari bahwa sebuah impian itu layak untuk diperjuangkan.

Melalui Buku Ipp…