Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Berani Membeli Mimpi Ala Hastin Pratiwi

Impian? Bisa dibeli memangnya? Dengan apa?
Bagi sebagian orang, barangkali sudah terlalu lelah bermimpi, letih berharap dengan segala cita-cita yang belum kesampaian. Tapi tidak bagi seorang Hastin Pratiwi. Tiwi nama panggilannya, seorang single mom untuk Lubna putri tercintanya. 
Sekitar 15 tahun lalu, Tiwi pernah bermimpi untuk bisa ke tanah suci, tepatnya untuk melaksanakan ibadah haji. Iya, sebuah perjalanan spiritual. Sebuah travelling untuk mendekatkan diri ke Ilahi. Suatu saat, pernah mendapatkan kabar memenangkan uang 60 juta dari sebuah undian. Hal ini sudah membuat Tiwi berharap bisa berangkat ke tanah suci dengan uang tersebut. Tapi sayangnya, itu hanya penipuan.
Lalu apakah Tiwi berhenti bermimpi? Nyatanya tidak. Selain terus melakukan aktivitasnya sebagai IRT, freelance writer dan editor, hari-harinya yang sebagian besar dipenuhi dengan kegiatan bersama anak dan bejibun artikel yang dilahapnya, Tiwi menyadari bahwa sebuah impian itu layak untuk diperjuangkan.

Melalui Buku Ipp…

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Sneakers, Sahabat Terbaik Emak Traveller

Siapapun yang kenal saya dari masa sekolah dulu, pasti tahu kalau seorang Inna itu tomboi! Punya teman itu biasanya perbandingan 1:10. 1 perempuan dan 10 lelaki. 
Pernah sih sedikit bergaya feminin waktu magang 3 bulan di Departemen Luar Negeri saat masih kuliah dulu. Pakai rok lah, pakai sepatu cethok-cethok, pake jas ala-ala, sampai sedikit lipen memerah di bibir. Tapi apakah dengan berpenampilan lebih ke perempuan ini, menjadikan saya lepas attitude tomboinya? Sayangnya enggak, hahaha!
Itulah yang bikin saya gak bisa kerja di tempat yang harus mewajibkan memakai seragam dan sepatu tertentu. Pekerjaan yang saya pilih selama ini, selalu pekerjaan yang cukup bebas secara outfit. Meski saat kerja di Trans TV dulu ada pakai seragam hitamnya yang fenomenal dan hitz itu, tapi tetap kok kita para karyawan boleh pakai sneakers dan celana jeans. See, how fun is that? Terutama buat karakter seperti saya yang suka bekerja wara-wiri, sangatlah gak memungkinkan kalau harus pakai high heels. 
Eh …

Tips Nyaman Wisata Kuliner di Kopi Klothok Jogjakarta

Tips nyaman wisata kuliner di Kopi Klothok Jogjakarta?

Lah berarti gak nyaman gitu maksudnya? Eh gini-gini, jangan salah paham dulu, nanti saya dikeroyok sama para pecinta tempat makan Kopi Klothok yang dekat dengan area wisata Kaliurang di Jogjakarta ini.

Saya pernah nih 2x ke tempat ini. Pertama, waktu bareng ibu-ibu arisan, sesama wali murid saat Sasha masih TK dulu. Kedua, bersama suami dan anak-anak beberapa hari lalu.

Saat pertama datang ke tempat ini, september 2017, pagi hari kisaran jam 8-9an. Ya saat anak-anak sedang sekolah gitu lah ya kurang lebih. Kesan saya waktu itu, asyik banget lah tempatnya. Makananya juga ala-ala ndeso yang enak dan sedap. Sampai saya dan para ibu-ibu ini sempet-sempetnya foto-foto ala yoga di tempat tersebut. Gak banget ya? Hahaha. But we had fun actually!


Nah nah, sejak september tahun lalu itu, saya selalu cerita ke suami betapa asyik dan serunya makan di Kopi Klothok ini. Akhirnya baru kesampaian beberapa hari lalu ini. Dan ternyataaaa
Beginilah…

Travelling, Bikin Anak Makin Cerdas

"Sekolah kuwi nggo ajar mikir (sekolah itu untuk belajar berpikir)", begitu ungkap bapak saya almarhum saat saya masih SMP di Semarang dulu. Pesan yang singkat ini, ternyata salah satu pesan terakhir beliau yang benar-benar saya ingat hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.

Saya yang waktu itu masih SMP, bisa jadi gak mudeng, apa maksud dari pesan bapak tersebut. Tapi setelah melampaui naik turun dalam hidup ini, barulah saya ngeh. Oooo ini ternyata!

Ternyata apa?

Ternyata salah satu maksud bapak tentang sekolah sebagai tempat belajar berpikir, ada benar benarnya juga. Pelajaran-pelajaran di sekolah, memang tidak bisa kita pungkiri 80-90% muatannya adalah mengolah otak kiri. Seperti berhitung dan menghapal. Sementara otak kanan yang melatih kreativitas, intuisi serta daya imanginatif terlihat masih sangat kurang.

Berpikir dalam konteks pesan bapak, adalah bagaimana kita mengandalkan logika. Berlatih menggunakan akal untuk mengatasi setiap elemen kehidupan, baik itu mulai dari…

Sehat, Syarat Wajib Family Traveller

Liburan ke Puri Asri Magelang dengan jelajah Sungai Progo melalui aktivitas arung jeram, menjadi salah satu titik balik buat saya pribadi. Iya saya harus sehat, harus lebih fit untuk wisata berikutnya.

Suami juga ternyata punya tekad yang sama. Karena ternyata dengan wisata arung jeram ditambah dengan beberapa kegiatan lainnya di liburan bersama keluarga tersebut, kami terbilang kurang fit. Cepat lelah saja bawaannya.
Itulah kenapa, sejak saat itu, kami berdua berusaha untuk merubah pola hidup. Kalau dari sisi makanan, yaaa kok masih susah ya? Secara kami adalah pemakan segala, hahaha.
Maka kami mulai dengan olahraga dan mengatur waktu tidur. 
Mengusahakan tidur sebelum jam 11 malam, ternyata membuat ketika bangun tidur lebih fit. Bahkan saya sekarang sekitar jam 9-10 malam sudah cukup ngantuk. Karena memang tubuh ketika mulai jam 11 malam ini mulai melakukan proses detoksifikasi atau pengeluaran racun di dalam tubuh terutama organ-organ tubuh bagian dalam.
Selain pola tidur, kami mel…

Wonderful, Itulah Indonesiaku

Buka album foto-foto lama, ternyata e ternyata, isinya banyak juga yang serba jalan-jalan atau piknik ya? Indeed, kami memang keluarga traveller sejati ini, ya maksudnya siapa tahu ada yang mau endorse buat ke Raja Ampat atau Belitong gitu? Hahaha ngarepnya begitu.

Eh tapi diAMINin aja, ya kan? Semua hal itu tidak ada yang kebetulan, pasti ada niat atau terbersit di pikiran terlebih dahulu. Termasuk soal jalan-jalan ini. Wisata buat kami sekeluarga, rata-rata memang pakai niat dan rencana dan ternyata setelah dijalani selama beberapa tahun ini, kami lebih tertarik untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata negeri sendiri. Yang kalau kita bedah pun, gak bakalan habis-habis dari Sabang sampai Merauke.

Beginilah cara kami, menikmati pesona Indonesia. Dari mulai laut hingga pegunungan, semua kami suka. Makin alami tempatnya, makin eksotis tempatnya, makin menantang medannya, maka saya, suami dan anak-anak makin tertarik menjelajahinya.

Ini foto jaman belum ada Sasha, Ical masih berusia dibawa…

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

Trik Macro Photography Murah Meriah!

Travelling dan fotografi, sepertinya sudah jadi satu paket yang gak bisa dilepaskan begitu saja. Dengan banyak eksplorasi ke banyak tempat, tentunya bikin makin gemes dengan aneka obyek foto yang dikunjungi.
Saya sendiri, termasuk yang agak males bawa kamera kemana-mana. Mau itu kamera pocket, DSLR, atau mirrorless, rasanya ribet gitu. Itulah kenapa, paling praktis pakai smartphone yang dipunya saja. Ya, meski secara resolusi atau ketajaman gambar kamera smartphone masih kalah dibanding kamera beneran, tapi lumayanlah kalau sekedar untuk menyalurkan hobby dan juga mengabadikan momen dengan cepat.
Dari banyak teknik fotografi yang ada, salah satu yang saya suka adalah Macro Photography. Yaitu suatu teknik fotografi yang hasilnya ini menyerupai ukuran aslinya. Satu banding satu. Obyek foto yang dituju memang biasanya serba kecil dan kadang hampir tidak kelihatan karena lokasinya yang sering kali nylempit alias tidak mudah diketemukan.
Obyeknya sendiri beragam, bisa mulai dari benda mat…

GoJekin Aja!

Dulu tiap ke Jakarta, saya suka bingung, mau naik apa ya? Kadang cari ojek suka susah, gak tau dimana mangkalnya. Mau pake taksi? Haduh, lihat-lihat dulu, kalo lokasinya jauh, bisa tekorrrr lah. Mau naik bis? Kadang bisa, kadang juga harus ngejar waktu karena aktivitas berentetan.

Sejak mengenal ojek online beberapa tahun terakhir, aktivitas di seputaran Jakarta, ternyata amat sangat membantu. Saya yang bukan asli Jakarta, dan sebagian besar aktivitas masih berada di Jogjakarta, tentu tiap ke ibukota ini, masih saja gak begitu apal dengan rute jalan. Padahal ya dulu pernah kerja di Jakarta, tapi yang diapalin ya rute dari rumah kakak tempat saya tinggal pas masih kerja disana, sampai ke kantor. Udah itu aja!


Halah jangankan di Jakarta, di Jogja sini pun, kalo bukan ke jalan yang familiar, saya suka nyasar. Kalau saya bilang, malah saya itu semacam punya geo-weakness, istilah yang saya buat sendiri untuk melabeli diri saya yang suka nyasar gak ngerti arah.

Review Film: Kulari Ke Pantai

Perempuan dan seorang Ibu, melakukan perjalanan bersama putrinya dari Jakarta menuju Jawa Timur dengan nyetir sendiri?
Buat saya yang juga seorang Ibu, langsung berkenyit, bisa juga gak ya? 
Inilah yang ada dalam deretan scene film Kulari Ke Pantai, hasil pemikiran duo manusia kreatif yang tidak bisa kita ragukan lagi dalam industri perfilman Indonesia, yaitu Riri Reza dan Mira Lesmana. Ciri khas film buatan mereka berdua adalah membawa penontonnya ikut merasakan momentum jalan cerita yang ada dalam skenario filmnya.

Saya masih ingat benar, jaman kuliah dulu, rela ikut antri nonton film Petualangan Sherina. Bahkan sampai 2x nonton! Hahaha niat bener! Dari mulai lagu-lagunya, urutan detail scenenya, sampai hari ini pun, bisa dibilang 80-90% saya hapal. Iya, saking kerennya ini film, hingga mampu membuai saya yang selalu punya kriteria ruwet dan njlimet kalau mau nonton film, terutama di bioskop.

Review Buku: Keliling Asia, Memburu Cahaya

".....kini aku ingin memiliki tujuan yang jelas dalam setiap perjalanan. Bagaimana caranya? Tujuan baru ini mungkin bisa membuatku belajar lebih banyak..." Sepenggal cuplikan kalimat inilah yang langsung menarik minat saya, untuk memboyong buku karya Tary Lestari yang berjudul "Keliling Asia, Memburu Cahaya.


Tary adalah seorang penulis cerpen, novel, artikel perjalanan dan juga skenario. Karya-karyanya juga sudah menghiasi beragam media di Indonesia, salah satu yang cukup terkenal adalah ikut sebagai tim penulis skenario sinetron televisi Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy.

Buku yang diberi label "Travel Diary" ini memang berisi perjalanannya ke kota-kota di negara-negara Asia dari Xi'an hingga Hochiminh, dimana sang penulis menemukan banyak cerita dari budaya masing-masing lokasi yang dikunjunginya, berikut dengan indahnya sisi kemanusiaan yang ia temukan.

Maskapai Penerbangan Murah Tetap Jadi Idola?

"Yah, Bunda ambil Lion Air aja ya", tanya saya tadi pagi. "Jangan dulu", kata suami saya. "Lumayan yah, beda 200-300ribuan". "Udah gak papa", jawab suami.

Sejak terjadinya kecelakaan maskapai penerbangan Lion Air beberapa waktu lalu, dan bertepatan dengan aktivitas saya yang harus wara-wiri Jogja-Jakarta, ternyata membuat suami saya sedikit khawatir. Akkk ini saya bilang, co cweetttttt. Hahaha oke oke, kembali ke tema postingan ini.

Jadi biasanya saya berangkat naik pesawat, karena sekaligus biar cepat ke studio dubbing, dan menjaga stamina tetap oke, supaya hasil produksi suara juga tetap bagus. Sementara pulangnya, baru naik kereta ke Jogjakarta. Atau kadang kalo waktu mendesak, juga dua-duanya harus pakai pesawat.

Sebenarnya, saya gak begitu masalah mau memilih maskapai penerbangan yang mana. Ya, secara prinsip emak-emak lah ya, kalo lebih murah, lebih hemat, lebih baik. Kan lumayan bok, beda 200-300ribu itu bisa buat belanja isi dapur, bisa b…

Emak Ranseller

Sejak beberapa minggu terakhir ini, saya cukup sering bolak-balik Jogja-Jakarta kisaran 2-3 hari setiap minggunya, untuk mengerjakan proyek dubber & sandiwara radio. Otomatis sebagai emak-emak anak 2 yang dua-duanya sudah sekolah, harus putar otak, cari cara, supaya segala sesuatu tetap berlangsung dengan aman sentosa.

Mulai dari menyiapkan terlebih dulu apa saja yang perlu anak-anak bawa ke sekolah selama saya pergi 2-3 harian, siapa yang bisa antar jemput anak-anak secara biasanya semua saya handle semuanya, hingga pernak-pernik lain yang anak-anak butuhkan selama saya tidak di rumah.

Setelah semua delegasi dan rekomendasi tugas di rumah beres, saya lanjut memikirkan diri saya, terutama dengan pergi hanya beberapa hari saja dan tanpa anak-anak, maka saya tidak butuh koper ataupun tas yang terlalu besar.

Selama ini koleksi di rumah, adalah tas koper kalo untuk bepergian, karena 90% perginya pasti bareng anak-anak. Nah, kali ini artinya beda ceritanya, saya harus mempersiapkan ala…

Indomie Eksklusif di Warunk Upnormal

Warunk Upnormal, sebenernya di Jogja udah ada beberapa restonya, tapi belum kesampaian juga. Sampai akhirnya kemarin tanggal 7 November 2018, pulang dari Pelatihan Dubber di kawasan Jakarta Selatan, sambil menunggu Pak Suami yang masih kerja, saya melipir makan siang di Plaza Festival, sekalian melanjutkan tugas ODOP yang belum selesai.
Yes, tempat yang begitu luas, dengan aneka makanan, sempat membuat saya galau, mau makan apa nih. Mmm kadang terlalu banyak pilihan itu malah bikin kita bingung. Okelah, karena sudah jam 2 siang, dan sumpah laper banget setelah proses latihan dubbing berlangsung, maka saya mengambil resto yang ada di bilah terluar Plaza Festival. 

Warunk Upnormal, di jam 2 siang masih saja ramai, padahal hitungannya ini sudah bukan jam maksi. Atau orang-orang Jakarta kalau makan memang suka jam segini ya? Sebagian besar yang datang, minimal 2 orang dalam 1 group. Bahkan ada yang beramai-ramai.

Smartphone Photo-Videography, Penting Banget Buat Traveller Blogger!

Seperti halnya nasi, ada nasi putih, nasi merah, nasi kuning, sampai ke nasi padang, hahaha. Eits, ini mau ngomongin apaan sih? Ini nih, maksudnya segala sesuatu di dunia ini, pastilah ada yang namanya perbedaan dan beragam varian.

Contohnya nasi yang udah saya sebutkan di awal kalimat, terus misal aneka minuman, dari hangat dan dingin dengan beraneka pilihan, jenis dan namanya.

Begitu pula dengan dunia ngeblog, ada beragam kategori blogger, yang biasanya dikelompokkan berdasarkan apa yang paling banyak dibahas atau ditulis di dalam blognya. Misal blog saya yang www.innaistantina.com, meski blog ini usianya udah 7 tahun, tapi isinya gado-gado, segala macam ada tuh. Dari parenting, jalan-jalan, makan-makan, puisi pun ada, psikologi, relationship, gadget, wes pokoke tumplek blek dalam 1 blog. Kalo istilahnya orang yang jualan, PALU GADA. Apa loe mau, guwe ada! :D

Blog yang ini, www.SaddhaStory.com, memang saya khususkan untuk mengupas tentang review  lokasi wisata dan kuliner. Nah blog …

Suka Makan-Makan? Suka Jalan-Jalan? Pilih Ngeblog atau Ngevlog?

Sejak aktif berkecimpung di dunia blogging kembali beberapa bulan ini, setelah sempat off beberapa tahun, saya menemukan beberapa hal yang menarik. Termasuk diantaranya adalah semakin maraknya blogger yang aware dengan konten foto dan juga video untuk blognya.

Kalo jaman awal ngeblog di tahun 2005 dulu, mungkin foto itu sekedarnya saja, atau cukup comot saja dari google, ternyata jaman sekarang blogger makin kreatif, dengan mengabadikan foto yang diambil sendiri untuk diupload di blog maupun sosial medianya.
Ya, meski sekarang juga masih banyak kok, yang memakai foto dari sumber tertentu sebagai pelengkap artikel di blognya. Gak masalah, yang penting jangan lupa memberikan nama sumbernya, pakai etika online yang baik dan benar. Gimanapun foto maupun video itu juga merupakan hasil karya.
Dengan terus melanjutkan aktivitas ngeblog yang makin lama makin menyenangkan, saya juga menantang diri sendiri untuk melebarkan sayap ke media yang lebih visual. Yes, yaitu VLog, atau Video Blog. 
Gak…

Eksplorasi Negeri Sendiri Atau Jalan-Jalan Ke Luar Negeri?

Era serba mudah terbang kemana saja, baik dalam dan luar negeri ini, tampaknya membuat beberapa orang atau tepatnya beberapa keluarga, menjadi latah untuk makin sering jalan-jalan.

Yes, makin jauh perginya, makin kekinian lokasinya, makinlah strata sosial seseorang beserta dengan keluarganya, menjadi naik di mata para penikmat sosial media.

Ke luar negeri, siapa sih yang gak mau? Eh atau bener ada yang gak pengen? Mmm, saya sih dulu pengen banget, sekarang? Ya masih lah! Hahaha. Hanya saja sejak menikah dengan Pak Suami yang seorang adventurer sejati, hobby arung jeram sementara istrinya hobby motretin aja atau PakSu yang hobby naik gunung, saya milih makan di warung di kaki gunung :D

Oke oke, singkat cerita, sejak menikah dengan pria yang demen banget sama pemandangan alam ini, tanpa terasa nular juga ke saya. Hya hyaa hyaa, jadilah saya ikutan juga yang namanya arung jeram, tapi masih keki ditawarin naik gunung. Hwaaaa, gak kebayang gimana rasanya.