Skip to main content

Bermain di Pantai Logending Jawa Tengah

Musim liburan sekolah beberapa bulan lalu, Ical & Sasha ikut Eyang Uti pergi ke Bumiayu. Ini adalah kota kelahiran sekaligus tempat tinggal Eyang, sampai menikah setelah lulus SMP. Eh, kita juga sempet main ke SMPnya Eyang nih.

Kata Eyang, jaman dulu banyak yang menikah muda, bahkan Eyang terbilang yang paling terlambat, karena teman-teman Eyang yang perempuan, rata-rata sudah menikah setelah lulus SD.

Nah, dalam perjalanan menuju Bumiayu ini, kita pakai sopir yang bernama Pak Sukir. Lucu deh, Pak Sukir ini suka ambil jalan pintas, tapi abis itu bingung sendiri, alias nyasar. Haha! Eh tapi karena nyasar ini, kita malah ketemu sebuah pantai. Waaa pantai apa ya?



Namanya Pantai Logending. Menurut Wikipedia, Pantai Logending ini merupakan salah satu objek wisata pantai yang terletak di kabupaten Kebumen provinsi Jawa Tengah. Pantai Logending disebut juga sebagai pantai Ayah. Meskipun terletak di kecamatan Ayah, pantai ini lebih sering disebut berada dekat atau satu wilayah dengan Gombong yang merupakan suatu kecamatan di kabupaten kebumen. Pantai Logending terletak di desa Ayah kecamatan Ayah kabupaten Kebumen yang berbatasan dengan kabupaten cilacap. Pantai ini berjarak sekitar 53 km dari kota kebumen dan sekitar 8 km dari objek wisata Gua Jatijajar. Pantai ini mudah dicapai oleh wisatawan misalnya dari arah Yogyakarta maka wisatawan cukup menempuh jalur selatan ke arah Gombong kemudian ke selatan mengikuti jalan sampai terdapat pantai dan bukit.

Sasha yang udah selama beberapa tahun ini gak pernah ke pantai, heboh bukan main. Merajuk-rajuk minta mampir ke pantai. Padahal hari udah cukup siang, bisa dibilang cukup panas cuacanya. Dengan segala pertimbangan, termasuk istirahat sebentar untuk Sholat, akhirnya Bunda memutuskan untuk mampir dan juga main sebentar di Pantai Logending ini.

Catet ya, kesepakatannya adalah sebentar! Yang terjadi adalahhh, lebih dari 1 jam! Hahaha. Jadi jadi, dulu waktu Sasha masih di bawah 5 tahun, tiap ke pantai selalu takut, gak mau ikut nyemplung, gak mau main pasir. Maunya cuma duduk di gubuk-gubuk yang ada di pinggir pantai.

Baruuu sekarang-sekarang ini nih, Sasha mulai bisa menikmati suasana pantai. Gak cuma sekedar menikmati, tapi bener-bener asyik bermain dengan riangnya.

Tuh tuhhh, liat Sasha, yang dulunya takut buat nyemplung, sekarang uda berani ampe nyebur sebasah-basahnya di dalam air.



Sempet bikin istana pasir juga nih sama Ical. Tanpa terasa, hari makin siang, Eyang udah manggil-manggil ngajak nerusin perjalanan ke Bumiayu. Dan tentunya, Ical sama Sasha minta ke Bunda buat kapan-kapan main ke pantai lagi.


Yes siapppp! Yang penting sehat-sehat semuanya yaaa, biar bisa eksplore indahnya alam Indonesia yangggg begitu cantiknya!

Comments

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Berani Membeli Mimpi Ala Hastin Pratiwi

Impian? Bisa dibeli memangnya? Dengan apa?
Bagi sebagian orang, barangkali sudah terlalu lelah bermimpi, letih berharap dengan segala cita-cita yang belum kesampaian. Tapi tidak bagi seorang Hastin Pratiwi. Tiwi nama panggilannya, seorang single mom untuk Lubna putri tercintanya. 
Sekitar 15 tahun lalu, Tiwi pernah bermimpi untuk bisa ke tanah suci, tepatnya untuk melaksanakan ibadah haji. Iya, sebuah perjalanan spiritual. Sebuah travelling untuk mendekatkan diri ke Ilahi. Suatu saat, pernah mendapatkan kabar memenangkan uang 60 juta dari sebuah undian. Hal ini sudah membuat Tiwi berharap bisa berangkat ke tanah suci dengan uang tersebut. Tapi sayangnya, itu hanya penipuan.
Lalu apakah Tiwi berhenti bermimpi? Nyatanya tidak. Selain terus melakukan aktivitasnya sebagai IRT, freelance writer dan editor, hari-harinya yang sebagian besar dipenuhi dengan kegiatan bersama anak dan bejibun artikel yang dilahapnya, Tiwi menyadari bahwa sebuah impian itu layak untuk diperjuangkan.

Melalui Buku Ipp…