Skip to main content

Arung Jeram di Sungai Progo! Seru-Seru Asikkk!


Nahhh, belum kelar nih ternyata cerita tentang Hotel Puri Asri yang ada di Magelang! Karena ada satu lagi lokasi wisata yang spesial dan bikin jantung deg-deg-an!

Yaituuuuu


Hwaa Sasha sempet manyun terus nih, selama arung jeram. Manyun atau takut ya? Hehe. Kalo Ical sih menikmati banget! Apalagi ayahhh, ampe turun terjun ke sungai buat berenang-renangsebentar




Dari kamar tempat menginap di Hotel Puri Asri, lokasi pemberangkatan arung jeram ini terbilang dekat. Nah dari sini, kami naik colt angkot dulu nih, terus lanjut jalan kaki lumayannnn jauhhh buat menempuh ke arah sungai. Tapi tenang, kita ada pendampingnya kok. Jadi yang bawa perahu arung jeram itu uda ada petugasnya sendiri.

Jiyahh, gak kebayang kalo Ayah atau Bunda yang mesti bawa perahu itu, jalan kaki cukup jauh sedemikian rupa. Bisa gemporrrr. Tentunya eyang uti gak ikutan yaaa pas kita arung jeram ini, jadi eyang nunggu di kamar hotel sambil istirahat setelah jalan pagi di areabawah Puri Asri yang dekat dengan Sungai Progo.



Dan beginilah formasi duduk di dalam perahu arung jeram. Keliatan kan manyunnya Sasha? Bahkan ini manyunnya sampe kita berada di garis finish. Nah, kita bisa milih nih untuk jaraknya. Kalo Ayah Bunda sih milih jarak terdekat ajaaaa deh, kan ada anak-anak juga, biar lebih safe. Ya itung-itung pengalaman pertama buat anak-anak. Ehhh, buat Bunda juga ding!

Pihak penyelenggara arung jeram Progo Rafting ini juga menyediakan jasa fotografi nih, pastinya kita kan gak bakal sempet tuh pepotoan di tengah hebohnya berarung jeram, nah di spot-spot tertentu uda ada tukang foto yang siap motret pas kita lagi asik di atas perahu. Kecuali, kita mau susah payah dikit pake action camera, nyemplung di sungainya, dannn difoto sendiri. Kalo mau praktis, yaaa pake aja jasa yang ada.


Uda hampir 2 tahun berlalu dari pengalaman arung jeram ini, barulah Sasha akhir-akhir ini request buat arung jeram lagi. Baiklah Nak, Bismillah yaaaa, nanti ada rejeki kita arung jeram lagiii.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton.

Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut:
1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan
2. Piknik atau Jalan-Jalan
3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah
Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya.

“Mengupayakan Bahagia” ala Manda Panda

Romantisnya sebuah hubungan suami istri itu seperti apa?
Apakah harus berupa mesra sepanjang waktu? Apakah dengan kirim bunga? Ataukah dengan mengingat hari ulang tahun pasangan dan pernikahan lalu melakukan segala sesuatu bersama di momen spesial tersebut?
Manda dan Panda, begitulah sebutan pasangan ini di dunia maya. Awalnya saya hanya kenal dengan Manda yang kebetulan kami bergerak di komunitas yang sama. Berteman di sosial media, membuat saya “diam-diam” mengenal Panda dalam tiap postingan Manda di sosial medianya. Dari sinilah, saya akhirnya juga tahu bahwa keduanya sering upload kegiatan travellingnya, baik di dalam maupun luar negeri. 
Manda dan Panda, mengukuhkan diri mereka sebagai Indonesian Couple Traveller, setelah sebelumnya jauh di masa mereka masih dalam status “pacar”, suka menikmati kuliner bersama.
Bicara tentang pasangan sehidup semati, bicara tentang dalamnya cinta seorang istri pada suami ataupun sebaliknya, Manda dan Panda adalah salah satu sosok pasangan yang saya k…

Berani Membeli Mimpi Ala Hastin Pratiwi

Impian? Bisa dibeli memangnya? Dengan apa?
Bagi sebagian orang, barangkali sudah terlalu lelah bermimpi, letih berharap dengan segala cita-cita yang belum kesampaian. Tapi tidak bagi seorang Hastin Pratiwi. Tiwi nama panggilannya, seorang single mom untuk Lubna putri tercintanya. 
Sekitar 15 tahun lalu, Tiwi pernah bermimpi untuk bisa ke tanah suci, tepatnya untuk melaksanakan ibadah haji. Iya, sebuah perjalanan spiritual. Sebuah travelling untuk mendekatkan diri ke Ilahi. Suatu saat, pernah mendapatkan kabar memenangkan uang 60 juta dari sebuah undian. Hal ini sudah membuat Tiwi berharap bisa berangkat ke tanah suci dengan uang tersebut. Tapi sayangnya, itu hanya penipuan.
Lalu apakah Tiwi berhenti bermimpi? Nyatanya tidak. Selain terus melakukan aktivitasnya sebagai IRT, freelance writer dan editor, hari-harinya yang sebagian besar dipenuhi dengan kegiatan bersama anak dan bejibun artikel yang dilahapnya, Tiwi menyadari bahwa sebuah impian itu layak untuk diperjuangkan.

Melalui Buku Ipp…